Tak Bisa Ditawar, Parlemen Iran Desak Pemerintah Ambil Jaminan Kuat dari AS

0
160

Teheran, LiputanIslam.com –  Para anggota parlemen Iran mendesak pemerintah negara ini agar memperoleh jaminan pasti dari Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan apapun yang mungkin dicapai dalam pembicaraan Iran dengan negara-negara besar dunia di Wina, Austria.

Dilaporkan Fars, Selasa (5/4), desakan itu disampaikan kepada Presiden Sayid Ebrahim Raisi dalam sepucuk surat yang sejauh ini telah ditandatangani oleh lebih dari 190 anggota parlemen. Mereka menuntut pemerintah mendapatkan “jaminan yang lebih kuat” dari AS dalam pembicaraan Wina mengenai penghapusan sanksi terhadap Iran.

Mereka menyerukan penghormatan AS terhadap “garis merah” yang telah diumumkan sebelumnya oleh Iran, dan pengindahan kepentingan nasional Iran dalam pembicaraan Wina.

Pada Februari lalu dalam sebuah pernyataan mereka juga pernah mendesak pemerintahan Presiden Raisi agar mengindahkan garis merah Iran ketika pembicaraan bergerak maju di Wina.

Mereka menegaskan bahwa pemerintah AS dan sekutu Eropanya telah memperlihatkan inkonsistensi mereka pada kesepakatan apa pun dalam beberapa tahun terakhir, dan karena itu Iran harus belajar dari pengalaman dan menetapkan garis merah yang tegas dan jelas.

Garis merah yang dimaksud antara lain ialah jaminan AS dan tiga negara Eropa penandatangan perjanjian nuklir 2015 (Rencana Aksi Komprehensif Bersama/JCPOA) bahwa mereka tidak akan keluar dari kesepakatan lagi dan tidak pula mencari jalan lain untuk “mekanisme snapback”, yang akan menerapkan kembali sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran.

Mereka juga menegaskan bahwa semua sanksi yang dikenakan dengan “alasan palsu” harus dihapus.

Pejabat Iran telah berulang kali menegaskan bahwa AS harus menghapus semua sanksi ilegal terhadap Iran dengan cara yang dapat diverifikasi dan menjamin bahwa pemerintahan baru AS tidak akan pernah lagi melanggar JCPOA. (mm/fna)

Baca juga:

Berbau Rudal Balistik, Iran Ancam Israel dengan Satu Kata: “Erbil”

Iran Serukan Pencabutan Total Blokade Yaman

DISKUSI: