Syeikh Al-Khazali: Para Pejuang Irak Tak akan Tertipu oleh Laporan Rencana Penarikan Pasukan AS

0
259

Baghdad, LiputanIslam.com –  Sekjen kelompok pejuang Irak Asaib Ahl Al-Haq, Syeikh Qais Al-Khazali, dalam sebuah pidato pada peringatan Hari Ghadir Khum, Rabu (28/7), mengaku tak percaya kepada apa yang ramai diberitakan belakangan ini bahwa pasukan AS akan ditarik dari Irak.

Dia menyebut penarikan pasukan AS itu sebagai ilusi belaka di mana pemerintahan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Khadimi “mengklaim berhasil” dalam perundingan strategis dengan pemerintah AS.

“Jika langkah-langkah operasional dan kongkret untuk penarikan pasukan AS tidak ditempuh maka jangan harap kelompok-kelompok resistensi akan tertipu… Resistensi akan terus berlanjut sampai pasukan asing benar-benar mundur dari Irak,” ucapnya.

Sembari mendesak Al-Kadhimi agar berterus terang terkait dengan statemen mengenai perundingannya dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih, Al-Khazali melontarkan pernyataan keras mengenai pangkalan-pangkalan udara Irak yang ditempati oleh AS.

“Kami memerlukan pernyataan terus terang Perdana Menteri agar terkonfirmasi bahwa tak ada lagi satupun pangkalan udara AS di Irak,” tegasnya.

Al-Khazali mendesak pemerintah Irak membentuk sebuah komisi parlemen untuk menyelidiki masalah pelanggaran kedaulatan Irak oleh AS dan memberikan penjelasan mengenai pangkalan-pangkalan yang ditempati oleh militer AS.

“Komisi ini harus memiliki hak untuk masuk ke (Pangkalan Udara) Ain Al-Assad tanpa ada peringatan sebelumnya,” ungkap Al-Khazali.

Dia memperingatkan bahwa keberadaan AS di Irak hanya akan merugikan Negeri 1001 Malam ini, dan bahwa pelatihan AS di masa kebercokolan ISIS di Irak dan Taliban di Afghanistan sudah terbukti gagal.

Al-Khazali mengatakan, “Setiap kali tak dilatih AS, Irak dapat bekerja dengan lebih baik. Buktinya adalah kemampuan pasukan (relawan) Al-Hashd Al-Shaabi sekarang.”

Mustafa Al-Kadhimi Senin lalu mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih, dan usai pertemuan ini keduanya merilis pernyataan bersama bahwa misi perang AS di Irak sudah berakhir sehingga tentara AS akan ditarik sepenuhnya dari Irak sampai 31 Desember 2021.

Namun demikian, laporan sebagian media yang dikutip dari pernyataan narasumber pejabat AS menyebutkan bahwa tentara AS, termasuk pasukan khususnya (Baret Hijau), tak akan ditarik sepenuhnya dari Irak. (mm/fna)

Berita Terkait:

Politico: 900 Tentara AS akan Tetap Dipertahankan di Suriah

Biden dan Al-Kadhimi Nyatakan Misi Militer AS di Irak Selesai di Akhir Tahun 2021

 

DISKUSI: