Suriah Mengaku sebagai Mitra Rusia dalam Konfrontasi dengan Barat

0
233

Damaskus, LiputanIslam.com –  Pemerintah Suriah menyatakan negara yang dipimpin Presiden Bashar Al-Assad ini merupakan mitra Rusia dalam konfrontasi Rusia dengan Barat di tengah carut marut isu-isu internasional yang semakin tumpang tindih.

Dalam pertemuan khusus yang diselenggarakan oleh Persatuan Penulis Arab, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Bashar Jaafari mengatakan, “Ada arus informasi yang sangat besar, tapi kita kekurangan banyak pendidikan politik.  Barat berbohong kepada kita, dan kitapun hidup dalam kebohongan politik Barat. Ada problema pendidikan politik untuk apa yang terjadi di Ukraina.”

Dia menekankan, “Kita mengalami kedustaan Barat, dan Barat artinya ialah penjarahan kekayaan, aksi pendudukan, dan hasutan terhadap bangsa-bangsa lain, dan mereka selalu memusuhi simbol-simbol nasionalisme berbagai negara dan orang-orang yang mengerti politik berlandaskan prinsip, bukan bisnis.”

Jaafari juga mengatakan, “Kita selalu berada di persimpangan jalan. Penyebabnya adalah pemahaman politik di Suriah berasaskan prinsip. Apa yang praktis kurang dari kita sekarang di dunia meski terjadi gempita informasi yang sangat besar ialah kelangkaan informasi yang benar.”

Menurutnya, ada kemunduran yang menakutkan pada peran politik yang menunjang geopolitik, sementara isu-isu internasional semakin tumpang tindih, dan ada ketakutan akan geopolitik di seluruh dunia.

“Suriah adalah yang terbaik dalam memahami resiko geopolitik di antara sejumlah kecil negara, dan Suriah memiliki peran yang krusial dan historis,” klaimnya.

Dia memastikan negaranya “tidak berdiri netral” untuk perkembangan di Ukraina, melainkan merupakan “mitra Rusia dalam konfrontasi langsung dengan Barat.”

“Rusia berdiri bersama kami, berperang bersama kami, jadi kami berada dalam satu kubu, dan kami bermitra dengan Rusia dalam setiap konfrontasi dengan Barat yang mengusik kami.”

Jaafari lantas menyebutkan bahwa pengalaman Ukraina “membuktikan kerapuhan sistem keamanan Eropa” ketika “Uni Eropa mengekor pada NATO” yang melakukan ekspansi ke timur tanpa mengindahkan kekhawatiran Rusia. (mm/rt)

Baca juga:

Media Israel Ungkap Bennet di Mesir Bahas Perubahan Sikap Arab terhadap Presiden Suriah

Tekankan “Garis Merah”, Menlu Iran di Suriah: Pemulihan Perjanjian Nuklir Bergantung pada Sikap Realistis AS

DISKUSI: