Suriah akan Adukan AS kepada PBB Ihwal Pencurian Minyak

0
123

Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan pihaknya akan mengadukan kepada Dewan Keamanan PBB tindakan AS mencuri minyak Suriah, meskipun dia juga mengaku sangat pesimis PBB akan bertindak dalam masalah ini, karena “tidak ada PBB dan tidak ada pula hukum internasional”.

Dia menekankan bahwa kehadiran pasukan AS akan menghasilkan perlawanan militer untuk mengeluarkan mereka, sementara keberadaan Rusia di Suriah diperlukan untuk menciptakan keseimbangan di dunia.

“Semua pengaduan yang dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap ada di dalam laci, karena ada semi-negara (AS) yang diperintah oleh geng dan mengandalkan kekuatan, dan seperti yang baru saja kita katakan, mereka adalah kawanan pencuri, sedang konflik di antara mereka (Trump dan lawan politiknya) adalah konflik mengenai untung dan rugi,” tutur Assad kepada Russia21 dan Rossiya Segodniya, seperti dikutip Rai al-Youm, Jumat (15/11/2019).

Baca: Bashar Assad Ungkap Mengapa AS Menghabisi Bin Laden dan Al-Baghdadi

Dia menambahkan, “Kita sekarang hidup di alam yang menyerupai alam rimba, yang lebih menyerupaiu dunia pra Perang Dunia II, bukan setelahnya. Karena itu kami akan melayangkan pengaduan, tapi itupun akan tertahan dalam laci.”

Assad percaya bahwa pengalaman Irak masih menjadi cermin bagi AS, dan hasilnya tidak terduga bagi AS,

“Tapi kami melihatnya di Suriah, dan saya mengatakan dalam salah satu wawancara pasca-invasi Irak pada tahun 2003 bahwa pendudukan akan menghasilkan perlawanan militer,” ujarnya

Mengenai keberadaan  militer Rusia di Suriah, Assad menekankan bahwa hal ini penting bagi keseimbangan global.

Baca: Putin Nyatakan 90 Persen Wilayah Suriah Bebas dari Pendudukan Teroris

“Kekuatan militer Rusia diperlukan untuk keseimbangan di dunia di satu sisi, dan sisi lain adalah perang melawan terorisme. Rusia merupakan negara besar, memiliki tugas di dunia,  dan tanggung jawab. Tanggung jawab ini membantu dunia dan membantu Rusia sendiri dan rakyat Rusia,” terangnya.

Assad menilai Rusia tidak punya pilihan ulain ntuk memainkan peran negara adidaya atau mundur dan menjadi negara yang sangat biasa, “dan itu tidak baik untuk dunia.” (mm/raialyoum)

DISKUSI: