Teheran, LiputanIslam.com – Republik Islam Iran tidak akan mundur di depan intimidasi negara-negara Barat terkait dengan perjanjian nuklir.
Hal itu dinyatakan oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagheri Ghalibaf, Jumat (19/8), sebagai peringatan terhadap negara-negara Barat yang terlibat dalam pembicaraan mengenai perjanjian nuklir 2015 yang lazim disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersam (JCPOA).
“Jika Barat tidak ingin menerapkan JCPOA dengan intimidasi, kami tidak akan membiarkan mereka membuat tuntutan yang berlebihan,” tulis Ghalibaf di akun Twitter-nya.
Dia menambahkan, “Kami telah menunjukkan bahwa jika mereka mematuhi kerangka kerja JCPOA, kami akan bertindak dengan cara yang sama.”
Dia juga menyatakan, “Kami berharap pihak barat akan menyerah pada tuntutan bangsa Iran dalam negosiasi.”
Dalam putaran terbaru pembicaraan Wina pada awal Agustus setelah jeda lima bulan, Uni Eropa mengajukan “teks akhir” draft keputusan tentang pemulihan kesepakatan nuklir Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia tersebut.
Iran lantas mengirim tanggapannya ke UE dan sekarang sedang menunggu tanggapan AS terhadap proposalnya untuk mencapai kesepakatan akhir. (mm/mna)
Baca juga: