Soal Ledakan Beirut, Libanon Minta Interpol Tangkap Dua Orang Rusia

0
63

Beirut, LiputanIslam.com –  Penyelidik utama kasus ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, ibu kota Libanon, telah mengeluarkan surat perintah penangkapan dua orang Rusia yang masing-masing berstatus sebagai kapten dan pemilik kapal yang membawa ribuan ton amonium nitrat ke Beirut tujuh tahun silam. Demikian dilaporkan kantor berita Libanon, NNA, Kamis (1/10/2020).

Seperti diketahui, sebanyak hampir 2.700 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut meledak pada tanggal 4 Agustus 2020, menewaskan 193 orang, melukai sekitar 6.500 orang, dan menyebabkan kehancuran yang luas sehingga hampir 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Hakim Fadi Sawwan merujuk kasus tersebut ke kejaksaan negara yang meminta Interpol untuk menahan dua warga Rusia tersebut.

NNA tidak menyebutkan nama kedua orang Rusia itu, namun diketahui bahwa Boris Prokoshev adalah kapten yang melayarkan Kapal MV Rhosus dari Turki ke Beirut pada tahun 2013, sementara Igor Grechushkin adalah seorang pengusaha Rusia yang tinggal di pulau Mediterania di Siprus dan membeli kapal kargo itu dari Cypriot pengusaha Charalambos Manoli pada tahun 2012.

Grechushkin diinterogasi oleh polisi atas permintaan kantor Interpol Lebanon pada Agustus lalu.

Puluhan orang yang sebagian besar adalah petugas pelabuhan dan bea cukai ditahan setelah terjadi salah satu ledakan non-nuklir terbesar tersebut. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Sayid Nasrallah Nyatakan Tak Dapat Melupakan Besarnya Jasa Emir Kuwait

DISKUSI: