Sekjen Hizbullah Serukan Penyelidikan Transparan atas Ledakan Beirut

0
101

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan keharusan dilakukan penyelidikan secara akurat dan transparan serta tanggungjawab secara adil atas peristiwa ledakan dahsyat pelabuhan Beirut. Dia juga membantah sepenuhnya laporan yang menyudutkan Hizbullah dan klaim bahwa di pelabuhan itu terdapat gudang senjata dan amunisi Hizbullah.

Dalam sebuah pidato televisi, Jumat (7/8/2020), Sayid Nasrallah mendesak semua pejabat pemerintah serius menjalankan penyelidikan untuk mengungkap fakta, dan mengadili orang-orang yang bertanggungjawab. Dia menekankan keharusan untuk tidak melindungi siapapun karena pertimbangan sektarian dan politik, dan mengusulkan penugasan Angkatan Bersenjata Libanon dalam penyelidikan karena, menurutnya, lembaga ini dipercaya oleh rakyat Libanon.

“Kita sungguh sedang mengalami tragedi besar nasional… Tragedi ini lintas golongan dan daerah, Beirut menampung semua orang Libanon, dan penduduk Beirut adalah miniatur seluruh orang Libanon,” ujarnya ketika menyampaikan belasungkawa atas tragedi ledakan yang terjadi Selasa lalu itu (4/8/2020).

Nasrallah menambahkan Hizbullah dengan semua komponennya terjun langsung ke lapangan sejak detik-detik pertama peristiwa untuk memberikan pertolongan dan menanggulangi dampak ledakan, dan organisasi pejuang ini juga mengerahkan semua fasilitasnya untuk membantu pemerintah dan masyarakat.

Sekjen Hizbullah mengapresiasi simpati dan bantuan negara-negara sahabat, termasuk kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

“(Mengenai) kunjungan Presiden Prancis, kami memandang positif semua bantuan dan simpati serta setiap kunjungan pada hari-hari ini jika bertujuan membantu Libanon,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Ketika bencana besar nasional terjadi, setiap orang harus membekukan semua konflik, mengatasinya, berurusan dengan berbagai sudut pandang etika, orang-orang hendaklah bekerjasama mengatasi tragedi, dan inilah yang terjadi di seluruh dunia.”

Lebih lanjut dia menyayangkan adanya pernyataan dan klaim-klaim tendensius yang bertujuan menyudutkan Hizbullah di tengah bencana tersebut.

“Ironisnya, di Libanon sejak saat pertama tragedi, sebelum ada informasi dan keterangan mengenai apa yang terjadi dan bagaimana bisa terjadi, beberapa oknum dan media lokal dan Arab serta elemen politik, melalui pernyataan langsung para pejabatnya, menetapkan dalam pikiran mereka anggapan bahwa yang meledak adalah gudang rudal atau amunisi Hizbullah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, “Tujuan dari semua itu ialah mengatakan kepada penduduk Beirut bahwa pelaku semua itu adalah Hizbullah, dan ini merupakan kezaliman dan kriminalisasi tingkat tinggi.”

Sayid Nasrallah memastikan bahwa sebagaimana orang Libanon lainnya, Hizbullah sangat prihatin, terluka, dan berdukacita atas tragedi ini.

“Saya umumkan dan tegaskan, sebagai bantahan secara mutlak, bahwa kami sama sekali tidak memiliki apapun di pelabuhan, tak ada gudang senjata, rudal, senapan, bom, peluru, maupun (amonium) nitrat, baik sekarang, dulu, maupun di masa mendatang. Penyelidikan esok akan membuktikannya,” tegas Nasrallah. (mm/alalam)

Baca juga:

[Video] AFP Tanggapi Penampakan Rudal dalam Video Ledakan Beirut

Misteri Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

DISKUSI: