Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah mengutuk peledakan bom oleh kaum takfiri terhadap masjid-masjid Sunni di Pakistan, apalagi hanya lantaran jamaahnya menyelenggarakan peringatan maulid Nabi Muhammad Saw.
Dalam pidato pada acara maulid Nabi saw dan milad Imam Jakfar Al-Shadiq, Senin (2/10), Sayid Nasrallah menyebut kaum takfiri sebagai kanker bagi dunia Islam.
“Wajah hitam dan kelam takfiri ini adalah kanker yang kembali menyebar sedemikian rupa di dunia Islam kita sehingga orang yang mengekspresikan kecintaannya kepada Rasulullah saw terbunuh,” ujarnya.
Ramai diberitakan sebelumnya bahwa ledakan besar pada hari Jumat telah menerjang sebuah masjid Pakistan, dan jumlah korban gugur diumumkan sedikitnya 59 orang.
Ledakan itu menghancurkan sebuah masjid di Mastung, provinsi selatan Balochistan, setelah seorang pembom meledakkan bahan peledaknya di dekat kendaraan polisi tempat orang-orang berkumpul untuk prosesi memperingati Maulid Nabi saw.
Sayid Nasrallah menyoal, “Bukankah kita berhak berbahagia atas kelahiran yang agung ini dan menjadikan hari maulid ini sebagai hari suka cita di dunia?”
Dia lantas menegaskan bahwa orang yang mengharamkan peringatan ini sama sekali tidak bersandar pada sanad fikih dan syariat yang hakiki.
Menurutnya, para ulama Syiah dan para pemuka Ahlussunnah bersepakat atas kehalalan peringatan Maulid Nabi saw dan kaum Muslimin pun menekan pentingnya peringatan ini.
Sekjen Hizbullah juga mengangkat isu Palestina dengan menegaskan bahwa bangsa Palestina dan Masjid Al-Aqsa jangan sampai terlantar sendirian.
“Umat Islam dan pemerintahnya harus bertanggungungjawab agar jangan sampai (Masjid Al-Aqsa) terbagi waktu dan tempatnya, atau diubahnya menjadi kuil Yahudi, atau tiba-tiba dihancurkan,” serunya.
Sayid Nasrallah menyayangkan beberapa negara yang malah bergegas menormalisasi hubungan dengan Israel.
“Sekarang seluruh umat Islam dituntut bertanggungjawab atas apa yang terjadi di Palestina. Perkara ini tak boleh ditinggalkan dan diabaikan, karena bisa jadi hal demikian merupakan rencana kaum Zionis, dan apa yang terjadi dewasa ini jangan sampai menjadi perkara biasa, rutinitas dan tradisi, yang pada gilirannya, pada suatu masa tiba-tiba terjadi pembagian waktu dan tempat (kunjung) Masjid Al-Aqsa,” imbaunya.
Dia juga mengatakan, “Sayang sekali, alih-alih kaum Zionis mendengar suara lantang dari dunia Islam ini, kita malah mendapatkan ada lagi beberapa negara yang mengarah pada normalisasi (dengan Israel). Hari ini saya mengatakan kepada Anda sekalian bahwa negara manapun yang mengarah pada normalisasi, ketika menandatangani perjanjian (normalisasi) harus dicela dan ditentang.”
Dia kemudian beralasan; “Ini adalah urusan di luar hubungan dan basa basi politik, sebab ini merupakan pengkhianatan terhadap hal-hal yang disucikan oleh umat Islam dan Kristen serta merupakan penelantaran terhadap orang Palestina dan penguatan bagi musuh.” (mm/alalam)
Baca juga:
Beberapa Sumber Ungkap Hal Ihwal Kemungkinan Normalisasi Saudi-Israel
Bom Bunuh Diri Picu Serangan Baru Turki terhadap PKK di Irak Utara