Sebut Indonesia Negara Penting, Israel Mengaku Berharap Dapat Menjalin Hubungannya

0
226

Quds, LiputanIslam.com –   Menlu Israel Yair Lapid menyatakan bahwa Israel berharap dapat menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia dan Arab Saudi namun kesepakatan untuk demikian masih memerlukan waktu lama.

Indonesia dan Saudi menetapkan syarat untuk normalisasi hubungan dengan Israel berupa terpenuhinya tuntutan Palestina untuk mendirikan negara merdeka di wilayahnya yang diduduki Israel pada tahun 1967.

Kepada radio Israel, Selasa (26/1), Lapid mengatakan bahwa Israel mengharapkan “perluasan Kesepakatan Abraham hingga mencakup negara-negara lain”, bukan hanya Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan dan Maroko.

“Jika Anda menanyakan kepada saya negara-negara penting mana yang kita berharap kepadanya maka Indonesia adalah satu di antaranya, dan juga Kerajaan Arab Saudi tentunya, tapi urusan ini akan memakan waktu,” ujar Lapid.

Tanpa menyebutkan nama, dia menambahkan bahwa “negara-negara kecil” dapat menormalisasi hubungan dengan Israel dalam jangka waktu dua tahun ke depan.

Di hari yang sama, Presiden Israel Isaac Herzog mengaku akan berkunjung ke UEA pada 30-31 Januari mendatang untuk menemui para pemimpin negara yang pertama kali menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham  yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) pada tahun 2020.

Sejauh ini belum ada hubungan resmi antara Israel dan Saudi, namun pada tahun 2020 Riyadh mengizinkan pesawat Israel melintasi zona udara Saudi dalam penerbangan pesawat antara Israel dan UEA. Karena itu, pesawat Pesawat Israel Airlines (El Al) yang membawa Perdana Menteri Naftali Bennett ke UEA pada bulan lalu terbang melalui wilayah Saudi.

Para pejabat Israel juga pernah mengungkap bahwa perdana menteri Israel sebelumnya, Benjamin Netanyahu, diam-diam telah berkunjung ke Saudi pada tahun 2020, namun Riyadh membantahnya secara terbuka. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Yaman: Agresi Koalisi Saudi adalah Buah Normalisasi dengan Israel

[Video:] Gaza Dilanda Unjuk Rasa Akbar Kutuk Serangan Saudi-UEA terhadap Yaman

DISKUSI: