Sayid Nasrallah: Perang Media adalah Bagian dari Inti Konfrontasi Akbar

0
2401

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa selain kekuatan militer, kekuatan media dan propaganda juga harus dikembangkan untuk melawan kampanye fitnah yang bertujuan menggembosi resistensi terhadap hegemoni AS dan Israel.

“Kami ingin membantu media untuk memperkuat perimbangan regional baru berupa pembelaan Quds… Meski semua orang mengakui kemenangan kubu resistensi di Palestina tapi beberapa media di Teluk mengingkarinya,” ujar Sayid Nasrallah dalam kata sambutannya pada peresmian Konferensi Pembaharuan Wacana Media dan Manajemen Perlawanan, Senin (5/7).

“Kami serahkan kepada konferensi ini dan kepada diskusi serta hasilnya dalam perang media kita, yang merupakan bagian dari inti pertempuran besar dan konfrontasi menyeluruh kita,” lanjutnya.

Sekjen Hizbullah menjelaskan, “Pentingnya media dan wacana media sangatlah jelas tanpa perlu kita terangkan kepada para jurnalis, sebagaimana pembaharuan wacana media juga jelas, persisnya sekarang ini, baik dari segi prinsip – dan ini merupakan sunnah (kodrat) kehidupan agar tak ada kejumudan-  maupun dari segi sarana konfrontasi.”

Dia melanjutkan, “Sebagaimana kita mengembangan sarana konfrontasi militer, keamanan dan politik, kita juga harus mengembangkan konfrontasi media, karena ini merupakan bagian dari inti pertempuran. Kita wajib mengembangkan wacana untuk mengikuti perkembangan di berbagai gelanggang lain, sebab medialah yang menjelaskan apa yang terjadi di gelanggang-gelanggang lain; politik, militer dan keamanan.”

Sayid Nasrallah mengatakan, “Juga ada kebutuhan mendesak untuk pengembangan wacana media sebagai akibat dari apa yang terjadi di arena kita berupa badai kencang yang sangat berdampak dan bertujuan antara lain penelantaran Palestina, yang nyaris terlupakan seandainya Poros Resistensi tak bertahan solid. Poros ini sedang menghadapi fitnah besar.”

Dia menambahkan, “(Mengenai) wacana media yang hendak kita kembangkan itu, kita harus tahu berhadapan dengan siapa? Di sini kita tidak berbicara mengenai urusan domestik dan negara, melainkan tentang proyek Zionis Israel-AS dan dominasi (AS) di kawasan, dan juga pendudukan Israel atas Palestina, Golan, daerah pertanian Sheeba, Perbukitan Kfar Shuba dan bagian Libanon di desa Al-Ghajr.”

Sayid Nasrallah menegaskan, “Dominasi AS di kawasan adalah yang prinsipal dan paling krusial, karena ia merupakan problema itu sendiri dan bertumpu pada peniadaan anugerah (sumber daya alam dan manusia) dan pencegahan bangsa-bangsa kita dari pembuatan keputusan atas nasib sendiri. Dominasi inilah yang melindungi Israel, sehingga Palestina tak mungkin dapat dibebaskan tanpa perlawanan terhadap hegemoni AS atas kawasan kita, sebab hegemoni inilah yang mengubah pasukan-pasukan (Arab) menjadi badan-badan yang mati, dan hegemoni inilah yang memberikan anasir ketahanan kepada kepada entitas rezim perampas (Israel).”

Pemimpin berserban hitam sebagai tanda keturunan Rasululllah saw ini menekankan aspek kejujuran dalam penyampaian berita, yang notabene memang prinsip bagi media Poros Resistensi.

Dia mengatakan, “Keistimewaan media Poros Resistensi ialah kejujurannya dalam penyampaian berita, dan ini harus berlanjut karena perkara inilah yang mengakumulasikan kredibilitas sejati. Pihak musuh dan kaum pendatang (Zionis) lebih percaya kepada media Poros Resistensi daripada kepada para pemimpin dan media mereka sendiri.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ini Dia Pemimpin Baru Hamas di Tepi Barat

Kapal Milik Israel Diserang di Samudera Hindia, Iran Dituding sebagai Pelaku

DISKUSI: