Sayangkan AS, IAEA Sebut Iran Ingin Keamanan dan Stabilitas di Dunia

0
187

Wina, LiputanIslam.com –   Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa Iran menginginkan keamanan dan stabilitas di seluruh dunia serta dialog yang konstruktif dengan negara-negara yang bersedia memilih jalur dialog.

Dalam wawancara dengan CBS News, Rabu (16/12), Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi menyatakan hal tersebut sembari menyayangkan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik negaranya dari Kesepakatan Nuklir.

“Iran melanjutkan program nuklirnya. Seperti Anda ketahui, ini tidak bekerja atau beroperasi dalam ruang hampa. Hal ini dilakukan dalam kerangka kesepakatan, yang ditandatangani oleh P5 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB: AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China) plus Jerman, (dan) Uni Eropa pada tahun 2015,” ungkapnya. ‘

Dia menambahkan, “Anda ingat bahwa AS menarik diri dari perjanjian ini pada tahun 2018, beberapa tahun yang lalu, dan sejak saat itu, Iran, sebagai balasannya, sebagai tanggapan atas hal ini, memutuskan untuk secara bertahap mulai mengurangi kepatuhannya terhadap perjanjian ini.”

Dia kemudian menjelaskan, “Masalahnya adalah IAEA masih ada di sana untuk mengatakan apa yang terjadi. Masa depan akan sangat bergantung pada apa yang diputuskan oleh negara-negara yang menjadi pihak, untuk perjanjian ini, dan saya akan mengatakan dalam beberapa minggu dan bulan ke depan. Saya yakin akan ada aktivitas baru di sekitarnya begitu ada pemerintahan baru di Washington dan beberapa faktor lain bertemu dengan apa yang kami harap akan menjadi negosiasi.” (mm/mehrnews)

Baca juga:

Soal Nuklir dan Rudal, Rouhani Tegaskan Iran Pantang Menyerah kepada Tekanan

Svobodnaya Pressa: Iran Bersiap Membalas Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya

 

DISKUSI: