Saudi Menilai Ada Kemajuan untuk Penyudahan Perang Yaman

0
205

Davos, LiputanIslam.com   Arab Saudi menyatakan bahwa kemajuan sedang dibuat untuk mengakhiri perang Yaman, di mana Riyadh memimpin koalisi militer, namun masih banyak pekerjaan diperlukan, termasuk mengubah gencatan senjata dari temporal menjadi permanen.

Dikutip Al-Jazeera, Rabu (18/1), Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud di panel Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, mengatakan konflik delapan tahun hanya akan dapat diselesaikan melalui jalur politik.

Dia menyebutkan pihaknya juga berusaha mencari jalan untuk berdialog dengan Iran sebagai cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan atas beberapa konflik, termasuk yang terjadi di Yaman.

Menurut Al-Jazeera, Saudi dan Iran telah bertahun-tahun terlibat persaingan pengaruh di seluruh wilayah dalam berbagai peristiwa seperti konflik di Yaman, Suriah, dan Lebanon.

Riyadh dan Teheran memutuskan hubungan pada tahun 2016 tetapi para pejabat dari kedua negara telah mengadakan lima putaran pembicaraan langsung yang dimedia oleh Irak sejak tahun lalu, yang terakhir pada bulan April, tanpa mencapai terobosan diplomatik.

Pada panel yang sama, utusan PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, mengatakan bahwa mengakhiri perang di Yaman “tidak akan mudah” dan ketidakpercayaan tetap ada, namun belakangan ini langkah serius telah diambil.

Grundberg mengaku terdorong oleh apa yang disebutnya intensifikasi upaya diplomatik untuk mengatur gencatan senjata baru dalam perang di Yaman.

Mengenai peningkatan diplomasi di sekitar Yaman, khususnya yang melibatkan Arab Saudi dan Oman, Grundberg menyinggung kemungkinan “perubahan langkah dalam lintasan” konflik, dan menyebutnya “kemungkinan yang tidak boleh disia-siakan dan menuntut tindakan yang bertanggung jawab”.

Menurutnya, kontak diplomatik baru-baru ini telah membantu mengklarifikasi posisi berbagai pihak dan  “pilihan untuk solusi yang dapat diterima bersama”.

Tetapi dia juga memperingatkan bahwa meskipun kedua belah pihak menunjukkan “pengekangan militer secara umum”, “salah perhitungan yang sederhana dapat menyalakan kembali siklus kekerasan yang akan sulit untuk dibalik.” (mm/aljazeera)

Baca juga:

Gencatan Senjata Yaman Diperpanjang 6 Bulan

Menlu Saudi: Dialog dengan Iran adalah Jalan Terbaik

DISKUSI: