Saudi Jatuhkan Hukuman Mati terhadap 15 Tahanan Politik

0
35

Beirut, LiputanIslam.com   Sebuah organisasi HAM internasional menyatakan pengadilan Arab Saudi telah memvonis dan menghukum mati belasan aktivis anti-rezim Saudi setelah mereka dipaksa dengan penyiksaan agar membuat pengakuan.

Dikutip Press TV, Senin (31/10), Organisasi Hak Asasi Manusia Saudi Eropa (ESOHR) dalam sebuah laporan menyebutkan otoritas Saudi telah menjatuhkan hukuman mati terhadap 15 tahanan lain, sehingga jumlah orang yang berisiko dieksekusi segera bertambah menjadi 53 orang, termasuk setidaknya delapan anak di bawah umur.

Awal bulan ini, Komite untuk Pertahanan Hak Asasi Manusia di Semenanjung Arab (CDHRAP) memperingatkan ihwal pelanggaran HAM secara besar-besar di Arab Saudi karena para pejabat menggunakan bentuk-bentuk penyiksaan fisik dan mental yang brutal terhadap para oposan dan aktivis politik yang dipenjara. Menurut CDHRAP, eksekusi massal lainnya bisa terjadi di Saudi dalam waktu dekat.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berbasis di Beirut, ibu kota Lebanon, itu menyatakan bahwa apa yang disebut Pengadilan Pidana Khusus di ibu kota Riyadh telah menjatuhkan hukuman mati kepada beberapa warga negara Saudi, hanya lantaran mereka mengekspresikan pendapat mereka di platform media sosial, dan berpartisipasi dalam unjuk rasa damai pro-demokrasi atau mencela diskriminasi sosial.

Sejak Putra Mahkota Mohammed bin Salman menjadi pemimpin de facto Arab Saudi pada tahun 2017, negara kerajaan ini telah menangkap ratusan aktivis, blogger, intelektual, dan lain-lain lantaran aktivitas politik mereka. Hal ini menunjukkan nyaris tidak ada toleransi terhadap perbedaan pendapat, sehingga Saudi mendapat kecaman internasional.

Selama beberapa tahun terakhir, Riyadh juga telah merevisi undang-undang anti-terorismenya demi menarget para aktivis. (mm/presstv)

Baca juga:

Sanaa: Serangan ke al-Dabbah adalah Pesan Peringatan, Bukan Pesan Agresif

DISKUSI: