Saudi dan UEA Upayakan Perbaikan Hubungan dengan Turki, Ikhwanul Muslimin Tetap Dipersoalkan  

0
115

Washington, LiputanIslam.com – Media Bloomberg yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengutip keterangan beberapa narasumbernya bahwa pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi sedang menjajaki kemungkinan untuk memperbaiki hubungan keduanya dengan Turki.

Dalam laporannya, Kamis (4/2), Bloomberg menyebutkan bahwa upaya itu mencakup bidang perdagangan dan keamanan yang menjadi isu utama dan melatar belakangi ketegangan dan persaingan pengaruh di antar mereka.

Menurut Bloomberg, ada kemungkinan bahwa upaya itu terkendala oleh desakan UEA dan Arab Saudi kepada Turki agar menghentikan dukungannya kepada Ikhwanul Muslimin (IM) yang oleh Ankara dianggap sebagai kelompok Islamis yang mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Hanya saja, sedikit saja kemajuan dalam proses perbaikan antar mereka dinilai akan dapat mengurangi tajamnya perselisihan mereka dalam banyak isu regional.

Disebutkan pula bahwa sebagian upaya itu dilakukan secara diam-diam dan rahasia, menyusul berakhirnya persiteruan UEA dan Saudi dengan Qatar yang merupakan sekutu Turki.

UEA dan Saudi, melalui mediasi AS, telah memulihkan hubungan dengan Qatar setelah sekian tahun terlibat konflik terkait dengan berbagai isu yang juga selama ini mengeruhkan hubungan UEA dan Saudi dengan Turki.

Turki dan negara-negara Arab tersebut kini sedang dalam proses awal interaksi dengan pemerintahan baru AS di bawah kepresidenan Joe Biden. Menurut Bloomberg, pemerintahan Biden berkemungkinan akan lebih tajam dalam berinteraksi dengan semua negara tersebut.

Sumber-sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa  IM menjadi isu utama yang diangkat oleh UEA dan Saudi dalam upaya tersebut, karena keduanya memusuhi IM, sebagaimana Mesir, negara yang disebut-sebut akan menyusul dalam perbaikan hubungan dengan Turki, memusuhinya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

‘Meskipun Tahu Melanggar HAM, Biden Sulit Mengubah Kebijakan AS terhadap Arab Saudi’

Saudi Nyatakan akan Berdialog dengan AS dan Eropa Soal Proyek Nuklir Iran

 

DISKUSI: