Quds, LiputanIslam.com – Seorang pemukim Zionis Israel terluka dalam penembakan di permukiman Karmiel di bagian selatan wilayah pendudukan Tepi Barat, Kamis (15/9).
Lembaga Bintang Daud Merah Israel menyatakan,”Sebuah laporan tentang insiden penembakan telah diterima di permukiman Karmiel. Laporan awal menunjukkan bahwa seorang pria berusia 20 tahun menderita luka sedang, setelah ditembak.”
Saluran resmi Israel Kan menyebutkan bahwa pasukan Israel memburu pelaku penembakan, dan mengimbau orang-orang Israel di permukiman Karmiel untuk menutup rumah mereka, karena pelaku berpotensi melakukan serangan susulan.
Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa pelaku melarikan diri dari tempat kejadian, dan pemburuan masih berlangsung.
Di pihak lain, juru bicara Hamas Abdel Latif al-Qanou menegaskan bahwa konfrontasi dan bentrokan akan terus meluas dan revolusi besar-besaran rakyat Palestina melawan “rezim pendudukan” akan berlanjut di berbagai daerah dan kota di Tepi Barat.
Mengomentari serangan penembakan di Al-Khalil (Hebron) yang terjadi pada Kamis malam, Al-Qanou mengatakan, “Kota Al-Khalil ada di garis kontak dalam menghadapi rezim pendudukan, melawan kejahatannya, dan kemenangan serta pertahanan Masjid Al- Aqsha.”
Dia menambahkan, “Di tengah eskalasi serangan dan kejahatan para pendatang (Zionis) di Al-Aqsa, orang-orang kami dan pemuda pejuang akan menghadapinya dengan operasi yang lebih heroik dalam membela kesucian Masjid Al-Aqsa.”
Sementara itu, Hazem Qassem, juru bicara Hamas lain, memandang operasi serangan di pemukiman Karmiel di selatan Al-Khalil sebagai kelanjutan dari tanggapan rakyat Palestina terhadap agresi Zionis di Masjid Al-Aqsa, dan kejahatan rezim pendudukan terhadap mereka. (mm/raialyoum)
Baca juga: