Salahkan Salman Rushdie,  Iran Bantah Keterkaitan Penikam dengan Teheran

0
291

Hadi Matar, 24 tahun, warga New Jersey, AS, penikam Salman Rushdie

Teheran, LiputanIslam.com   Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kana’ani mengecam keras penghinaan terhadap Islam dengan alasan kebebasan berbicara, dan menolak kaitan apapun antara Teheran dan serangan terhadap Salman Rushdie, penulis novel anti-Islam The Satanic Verses (Ayat-Ayat Setan).

Rushdie ditikam di atas panggung dalam sebuah acara di New York, AS, pada hari Jumat lalu. Pelaku penikaman, Hadi Matar, 24 tahun, warga New Jersey, ditangkap di tempat kejadian.

The Satanic Verses yang diterbitkan pada tahun 1988 telah memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia.  Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, mengeluarkan fatwa yang menyerukan hukuman mati terhadap Rushdie. Meski demikian, Iran menyatakan tidak akan menugaskan siapa pun untuk melaksanakan fatwa itu.

Dalam konferensi pers mingguannya di Teheran, Senin (15/8), Kana’ani membantah keras adanya hubungan Iran dengan Matar.

“Dalam serangan terhadap Salman Rushdie di AS, kami tidak menganggap siapa pun pantas disalahkan dan bahkan dikutuk selain  Rushdie  sendiri dan para pendukungnya,” kata Kana’ani kepada wartawan.

Dia menyebutkan Rushdie telah membangkitkan kemarahan publik dengan menghina Islam dan melangkahi garis merah lebih dari 1,5 miliar Muslim di dunia serta garis merah semua pengikut agama samawi.

“Tak ada yang berhak menuduh Iran atas insiden itu, menambahkan penghinaan dan dukungan selanjutnya adalah penghinaan terhadap semua agama dan nabi ilahi,” imbuhnya

Rushdie yang kini berusia 75 tahun dilaporkan ditikam “beberapa kali” mengakibatkan “hati yang rusak”, “saraf yang terputus di lengan, dan matanya [yang] kemungkinan besar akan buta”. Dia memakai ventilator, dengan kondisinya digambarkan sebagai “serius tapi dapat dipulihkan”.

Rushdie diserang saat bersiap memberikan ceramah. Agennya, Andrew Wylie, mengatakan penulisnya menderita luka “parah” tapi telah dilepas dari ventilator dan sudah bisa berbicara. Menurut Wylie, Rushdie “menuju ke arah yang benar” dari segi pemulihan, tapi masih akan menjalani “proses yang panjang”.

Sementara itu, jubir Kemlu AS Ned Price mengecam pernyataan jubir Kemlu Iran bahwa Rushdie dan pengikutnya harus disalahkan. Ned menyebut pernyataan itu “tercela, menjijikkan”.

“Bukan rahasia lagi bahwa rezim Iran telah menjadi pusat ancaman terhadap hidupnya,” kata Price.

Media Iran memuji serangan itu. Surat kabar Keyhan yang ultrakonservatif, misalnya, menyatakan “Bravo untuk pria pemberani dan sadar tugas yang telah menyerang pria murtad dan bejat Rushdie.” (mm/fna/aljazeera)

Baca juga:

[Video:] Salman Rushdie Diserang Hingga Berdarah-Darah oleh Pria Berpakaian Serba Hitam

DISKUSI: