Rusia Siap Kirim S-400 ke Iran, Tapi Belum Ada Permintaan

0
103

Moskow, LiputanIslam.com –   Rusia mengaku siap mengirim S-400 ke Iran, tapi belum menerima permintaan resmi dari Teheran untuk pembelian sistem rudal pertahanan udara canggih itu.

“Kami terbuka untuk diskusi tentang pengiriman sistem pertahanan udara S-400 Triumph, antara lain ke Iran, terutama mengingat bahwa alat ini tidak tunduk pada batasan yang dijabarkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan pada 20 Juni 2015, ”ungkap seorang perwakilan dari biro pers Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer-Teknis kepada Sputnik, Jumat (28/6/2019).

Pejabat anonim itu merujuk pada Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB yang disetujui empat tahun lalu untuk mendukung kesepakatan nuklir Iran dengan enam negara lain saat itu, termasuk Rusia.

Sejauh ini, Iran telah menerima sistem pertahanan rudal versi lama, S-300, itupun setelah Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB disetujui pada tahun 2015, yakni setelah tertunda sekian tahun, mengingat  kesepakatannya senilai 800 juta dolar dicapai padahal 2007.

Baca: Iran Sebut Pertemuan Wina Tak Cukup untuk Selamatkan Perjanjian Nuklir

Resolusi itu mengakhiri semua sanksi Dewan Keamanan terhadap Teheran, termasuk yang melarang pasokan senjata.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 30 Mei lalu, Bloomberg mengklaim Rusia telah menolak permintaan Iran untuk membeli S-400, karena “khawatir penjualan itu akan menambah ketegangan” di Timur Tengah. Namun seorang wakil perdana menteri Rusia menepis klaim itu pada awal Juni lalu.

Pejabat Rusia yang berbicara pada Jumat kemarin juga menekankan bahwa Rusia “belum menerima permintaan resmi dari mitra kami tentang masalah ini.”

Baca: ‘Setiap Negara yang Impor Minyak Iran akan Hadapi Sanksi AS’

Pernyataan terbaru ini mengemuka tengah eskalasi ketegangan antara AS dan Iran di mana Presiden AS Donald Trump telah menarik negaranya keluar dari perjanjian nuklir Iran, Rencana Aksi Komprehensif (JCPOA), kemudian menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Iran, dan bahkan beberapa kali mengancam akan melancarkan serangan militer ke Iran.

Meskipun AS keluar, namun negara-negara lain penandatangan JCPOA masih mempertahankan perjanjian ini, dan merujuk pada hukum internasional, termasuk Resolusi 2231, untuk kerja sama dengan Teheran.

S-400 adalah sistem pertahanan udara dan rudal canggih untuk melawan serangan yang masuk melalui angkasa dari jarak hingga 400 kilometer. (mm/presstv)

DISKUSI: