Rusia Sebut AS Berilusi Melucuti Senjata Hizbullah

0
200

Beirut, LiputanIslam.com – Rusia menyebut AS berilusi dapat melucuti gerakan perlawanan Hizbullah Libanon melalui sanksi.

“Melucuti Hizbullah adalah tujuan utama sanksi AS … Saya tidak berpikir bahwa tujuan seperti itu akan tercapai melalui metode ini. AS tidak akan berhasil memaksa Hizbullah meletakkan senjatanya. Ini adalah ilusi, ” kata Duta Besar Rusia untuk Libanon, Alexander Zasypkin, dalam wawancara eksklusif saluran TV Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut, Jumat (31/7/2020).

Pada akhir Oktober 2018 pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberlakukan babak baru sanksi terhadap Hizbullah serta menarget sejumlah orang dan organisasi internasional yang menjalin hubungan bisnis dengan Hizbullah.

“Kami (Rusia) telah melakukan upaya di Suriah. Ini tidak hanya bermanfaat bagi Suriah, tetapi juga bagi Libanon karena melindungi negara ini dari potensi ancaman terorisme. Jika terorisme terjadi di Suriah, akan mudah bagi ribuan teroris untuk menyeberang ke Libanon, dan ini akan menyebabkan pemisahan negara,” lanjut Zasypkin.

Mengenai Iran, dia juga menyebut negara republik Islam itu berperan positif di kawasan Timur Tengah, dan mengutuk pelecehan jet tempur AS terhadap pesawat penumpang Iran di angkasa Suriah belum lama ini.

“Amerika menciptakan masalah dan melanggar hukum internasional. Tujuannya adalah untuk menciptakan ketegangan dan membangun kembali kehadiran, peran dan pengaruh mereka, ”ungkap diplomat Rusia itu.

Mengenai Suriah dia mengatakan bahwa perimbangan kekuatan di sana sudah berubah dan tidak lagi menguntungkan kelompok-kelompok teroris yang telah memancing kedatangan kekuatan-kekuatan asing, terutama pasukan koalisi pimpinan AS. (mm/presstv)

Baca juga:

Israel Ancam Serang Target Vital di Libanon Jika Diserang Hizbullah

Iran Ungkap Motif Jet Tempur AS Bayangi Pesawat Sipil Iran

DISKUSI: