Rusia Pastikan Tak Gubris Sanksi AS terhadap Iran

0
201

Moskow, LiputanIslam.com –Rusia memastikan bahwa negeri beruang merah ini tetap akan melanjutkan kerjasamanya dengan Iran meskipun Iran dikenai sanksi oleh Amerika Serikat (AS).

Wakil Ketua Pertama Komite Dewan Federasi Urusan Internasional Rusia Vladimir Jabbarov menegaskan Moskow dan Teheran akan melanjutkan perdagangan tanpa menggubris sanksi dan desakan Washington.

“Rusia tidak akan membiarkan orang lain memutuskan kebijakan luar negerinya, dan Kremlin tidak melihat Washington (sebagai pemutus perkara). Di suatu hari AS menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, dan di lain hari menjatuhkan sanksi terhadap Iran,” imbuhnya, seperti dikutip Tasnim, Senin (3/8/2020).

Dia juga mengatakan, “Kita harus mempertimbangkan kepentingan kita sendiri.”

Dia kemudian mengimbau negara-negara lain untuk tidak mengikuti jejak Washington.

Pada Mei 2018 AS kembali memberlakukan sanksinya terhadap Iran setelah secara sepihak dan ilegal meninggalkan perjanjian nuklir tahun 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia.

Pada bulan Mei 2019 ، setahun setelah AS keluar dari perjanjian itu, Teheran secara bertahap mulai mengurangi komitmennya terhadap perjanjian yang dinamai Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) itu sebagai reaksi atas pengkhianatan AS sebelum kemudian kegagalan Eropa menutupi absen AS.

Laporan lain dari Al-Alam menyebutkan bahwa wakil tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina, Mikhail Ulyanov, mengatakan bahwa peluang nuklir yang diberikan kepada Iran oleh Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) benar-benar sah.

“Peluang atom diberikan ke Iran oleh #NPT. Peluang dan kemampuan ini benar-benar sah selama digunakan untuk tujuan damai. Tugas IAEA adalah mensertifikasi non-pengalihan bahan nuklir. Mereka yang tidak setuju dengan pekerjaan itu melawan NPT, ” tulis Ulyanov di halaman Twitternya, Senin.

Ulyanov menambahkan bahwa peralatan nuklir diberikan kepada Iran dengan cara yang sepenuhnya legal dan dalam kerangka NPT, tanpa digunakan untuk tujuan militer.

Ulyanov mencuit demikian sebagai tanggapan atas cuitan Mark Dubowitz, Direktur Utama Foundation for Defense of Democracies, sebuah organisasi yang berafiliasi dengan Israel dan berbasis di Washington.

Dubowitz mengklaim bahwa para ahli menyatakan prihatin atas standar JCPOA Iran, yang memberinya kemampuan nuklir. (mm/tasnim/alalam)

Baca juga:

Tiruan Kapal Induknya Dihancurkan dalam Latihan Perang Iran, Begini Kecaman Militer AS

[Video]: Hari ke-2 Manuver Militer, Pasukan IRGC Iran Lesatkan Rudal Bawah Tanah

DISKUSI: