Rouhani: Sanksi Baru AS Tidak Manusiawi dan Sia-Sia Belaka

0
111

Teheran, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap sektor perbankan Iran sebagai upaya ‘teror, kejam dan tidak manusiawi’ serta bertujuan untuk menghalangi dana Iran untuk belanja obat-obatan dan makanan di tengah pandemi Covid-19 .

“Semua orang menyaksikan bahwa langkah Washington itu merupakan pelanggaran penuh terhadap hukum internasional; dan di masa pandemi virus corona ini, sikap Gedung Putih sepenuhnya menyalahi kemanusiaan; dan apa yang disebut sebagai pendukung hak asasi manusia harus mengutuknya secara global, ” kata Rouhani dalam kontak telepon dengan Gubernur Bank Sentral Iran (CBI) Abdolnaser Hemmati, Jumat (9/10/2020).

Rouhani memastikan pemerintah AS bertindak tindakan demikian demi tendensi politik di dalam negeri mereka.

Kamis lalu AS menyerang sektor keuangan Iran dengan menjatuhkan sanksi terhadap 18 bank Iran. Sanksi ini menyimpang dari keberatan kemanusiaan Eropa.

Rouhani menyinggung laporan Gubernur Bank Sentral Iran tentang pengamanan mata uang asing untuk pembelian bahan pokok dan obat-obatan sebagai bagian dari rencana pemerintah dalam menghadapi sepak terjang AS anti-Iran.

Dia juga memuji upaya Bank Sentral dan bank-bank yang aktif lainnya mengamankan barang kebutuhan pokok bagi rakyat.

Presiden Iran menilai tindakan AS terhadap Iran tetap akan sia-sia dan tak dari kelanjutan dari kesalahan strategis Trump dalam melanggar perjanjian nuklir Iran dengan beberapa negara terkemuka dunia.

Rouhani menegaskan bahwa pemerintah AS salah analisa sehingga berasumsi bahwa sanksi akan menggoyahkan perlawanan rakyat Iran, namun dengan berlalunya waktu terbukti bahwa analisa itu jauh dari kenyataan dan sia-sia. (mm/presstv/alalam)

Baca juga:

Presiden Iran Kecam Pengerahan “Teroris” dari Suriah ke Karabakh

Jenderal IRGC: Pasukan AS Manja, Tinggalkan Tumpukan Popok, dan Tak akan Berani Berperang

 

DISKUSI: