Raja Yordania: Iran Mengisi Kekesongan yang Ditinggalkan Tentara Rusia di Suriah

0
34

Teheran, LiputanIslam.com  Raja Abdullah II dari Yordania menyatakan bahwa Iran dan proksinya sedang mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rusia di Suriah selatan, dan memperingatkan bahwa ini dapat menyebabkan masalah di sepanjang perbatasan Yordania.

Hal itu dia katakan dalam wawancara di Hoover Institution di Universitas Stanford, Amerika Serikat (AS), yang disiarkan pada Rabu (18/5).

Ketika ditanya tentang Iran, dia mengatakan, “Kami ingin semua orang menjadi bagian dari Timur Tengah yang baru dan bergerak maju, tapi kami memiliki tantangan keamanan. Kami melihat serangan perbatasan secara teratur dan kami tahu siapa di balik itu.

Abdullah II menilai kehadiran Rusia di Suriah selatan sebagai “sumber ketenangan”, lalu memperingatkan bahwa Iran dan proksinya mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rusia karena Moskow berfokus pada Ukraina.

“Sayangnya kami melihat kemungkinan eskalasi masalah di perbatasan kami,” ujarnya.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Rusia menarik pasukannya di Suriah untuk memperkuat pasukannya di Ukraina, namun laporan ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Raja Yordania menambahkan, “Apakah politik, negosiasi yang sedang berlangsung antara Arab Saudi, negara-negara Teluk, AS, menggerakkan Iran ke arah yang lebih positif? Saya harap begitu. Saya tidak melihatnya di lapangan saat ini.”

Dalam wawancara itu dia juga berbicara mengenai perkembangan isu Palestina dan mengatakan bahwa sejauh apapun hubungan yang terjalin antara Israel dan negara-negara Arab, jika masalah Palestina tak terselesaikan, maka akan menjadi ibarat orang yang “menempuh dua langkah maju dan dua langkah mundur”. (mm/raialyoum/jp)

Baca juga:

Pertama Kali, Israel Simulasikan Serangan Besar terhadap Iran

Menlu Iran dan Menlu Saudi akan Mengadakan Pertemuan di Baghdad

DISKUSI: