Kapal Tanker Minyak Kedua Iran Tiba di Venezuela, Dikawal Kapal Perang dan Jet Tempur

0
185

Teheran, LiputanIslam.com –   Kapal tanker kedua  yang membawa minyak Iran, Forest, tiba di Venezuela di tengah ancaman AS.

Forest memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Venezuela pada Minggu pagi (24/5/2020) waktu setempat, dan bertemu dengan angkatan laut negara itu.

Forest mengikuti kapal pertama, Fortune, di antara lima kapal tanker Iran yang mengangkut sekira 1,53 barel bensin.

Kapal pertama, ‘Fortune’, berhasil mencapai ZEE Venezuela sehari sebelumnya dan segera dikawal menuju pelabuhan oleh Angkatan Laut Bolivarian, sementara tiga kapal sisanya diperkirakan segera tiba di Venezuela.

Dalam penggalan video berdurasi 16 detik yang dimuat situs berita Al-Alam terlihat kapal perang Angkatan Laut Venezuela dan beberapa unit jet tempur Angkatan Udara negara ini mengawal sebuah kapal tanker minyak Iran.

Seperti pernah diberitakan, AS sempat dilaporkan berencana mencegat kapal-kapal itu di Laut Karibia, sementara Teheran memperingatkan pihaknya akan bereaksi keras jika aksi demikian dilakukan oleh AS.

Presiden Iran Hassan Rouhani Sabtu pekan lalu menyatakan negaranya berhak untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya, dan memperingatkan bahwa jika tanker minyak negaranya di Karibia atau di mana pun di dunia mendapat masalah dari AS maka Teheran tidak akan tinggal diam.

“Meskipun beberapa langkah AS telah menciptakan kondisi yang tak dapat diterima di berbagai belahan dunia, kami tidak akan menjadi pemicu ketegangan dan bentrokan… Jika kapal tanker minyak kami mendapat masalah dari AS di Laut Karibia atau di mana pun di dunia maka AS juga akan mendapat masalah, ” ujar Rouhani dalam kontak telefon dengan Emir Qatar, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Dia menambahkan, “Seperti sebelumnya, kami menekankan bahwa keamanan wilayah kami, terutama keamanan laut, dikelola oleh negara-negara regional dan kami selalu mengumumkan bahwa kami siap bekerjasama dengan negara-negara tetangga.”

Baca: Iran Siap Balas Serang Kapal AS di Teluk Persia dan Samudera Hindia

Di pihak lain, Emir Qatar menyatakan bahwa keamanan regional harus dijaga oleh negara-negara wilayah regional, mereka harus bekerjasama untuk mengamankan jalur perairan regional, dan Qatar akan berusaha mengurangi ketegangan.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Bagheri, Jumat, memperingatkan Washington bahwa dampaknya akan mengerikan jika AS bertindak agresif terhadap kepentingan Iran. Dia bersumpah bahwa Teheran tidak akan ragu untuk melakukan persekusi balasan jika kapal-kapal tanker Iran menjadi sasaran persekusi AS.

Baca: Jenderal Iran: Reaksi akan Sengit Jika AS Bertindak Ceroboh

Menteri pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino López, Rabu, mengatakan bahwa pesawat dan kapal Angkatan Bersenjata Venezuela akan mengawal kapal tanker Iran yang tiba di ZEE negara yang kekurangan bensin itu untuk mencegah agresi AS. (mm/fna/alalam)

DISKUSI: