Hangzhou, LiputanIslam.com – Presiden Suriah Bashar Al-Assad telah tiba di China untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi mengenai perluasan hubungan politik dan ekonomi antara kedua negara.
Kunjungan ini menjadi perjalanan resmi pertama Al-Assad ke negara Asia Timur tersebut dalam hampir dua dekade.
Dia tiba di kota Hangzhou di bagian timur China, Kamis (21/9), dan di sana dia dijadwalkan menghadiri upacara pembukaan Asian Games bersama sejumlah pejabat asing lain pada akhir pekan.
Al-Assad juga akan memimpin delegasi untuk serangkaian pertemuan di beberapa kota di China, termasuk pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping.
Kunjungan terbaru ini dilakukan Al-Assad di tengah upaya berbagai negara untuk meningkatkan hubungan dengan Suriah, yang masih belum lepas dari masalah pemberontakan dan terorisme yang didukung asing sejak tahun 2011.
Para pengamat memandang China dapat memainkan peran penting dalam rekonstruksi Suriah di masa depan, yang diperkirakan akan menelan biaya puluhan miliar dolar.
Tahun lalu, Suriah bergabung dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok, sebuah mega proyek di mana Beijing telah memperluas pengaruhnya di kawasan berkembang melalui proyek infrastruktur.
Hal ini terjadi ketika Damaskus mengaku tidak berminat pada dukungan Barat untuk rekonstruksi, mengingat peran Barat selama ini dalam perang dan karena bantuan mereka akan dikaitkan dengan tuntutan politik yang tidak dapat diterima.
Presiden Suriah menghadapi sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat, Eropa, Australia, Kanada, dan Swiss, namun upaya untuk menerapkan sanksi multilateral terhadap pemerintahannya gagal mendapatkan dukungan bulat di Dewan Keamanan PBB, yang juga beranggotakan China dan Rusia.
Kunjungan terakhir Al-Assad ke China terjadi pada tahun 2004. (mm/presstv)
Baca juga: