Beirut, LiputanIslam.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad akan memimpin delegasi tingkat tinggi untuk kunjungan resmi ke China dalam “beberapa minggu mendatang” untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat China di Beijing mengenai perluasan hubungan bilateral.
Surat kabar Lebanon Al-Akhbar melaporkan pada hari Minggu bahwa Assad akan memimpin delegasi politik-ekonomi Suriah ke China.
“Delegasi tingkat tinggi Suriah kemungkinan akan mengunjungi ibu kota China dalam beberapa minggu mendatang untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan para pejabat China guna membahas perkembangan hubungan bilateral antara kedua negara,” tulis harian yang berbasis di Beirut tersebut.
Mengutip pernyataan pejabat Suriah yang tidak disebutkan namanya, Al-Akhbar menyebutkan bahwa kunjungan itu akan menjadi “sangat penting” karena Assad akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam sebuah upacara resmi.
“Kunjungan Assad akan menjadi tonggak strategis dalam hubungan Suriah-China, dan semakin memperkuat peran China di kawasan,” tambah surat kabar itu.
Kunjungan yang akan dilakukan setelah 12 tahun itu menyoroti keinginan Bejing untuk mendukung legitimasi Assad dan pemerintahannya di tingkat internasional meskipun AS berupaya menghalangi jalan rekonsiliasi Arab-Suriah dan menghambat perdamaian dan kemajuan politik Suriah.
China akan membantu Suriah mencegah keruntuhan ekonominya dan berkontribusi pada proyek rekonstruksi negara Arab tersebut setelah lebih dari satu dekade militansi yang didukung asing menyebabkan sebagian besar warga Suriah terpuruk dalam kemiskinan.
Menurut Al-Akbar, kunjungan tersebut juga menegaskan keinginan China memperluas peran dan kehadirannya di kawasan Timur Tengah, dan untuk mengirimkan pesan kepada pemerintah AS tentang pengabaian kekhawatiran Barat yang telah diamati oleh Beijing dalam beberapa tahun terakhir.
Assad diperkirakan akan menghadiri konferensi mengenai Inisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok (BRI) bulan depan dalam rangka peringatan 10 tahun pengumuman rencana tersebut. (mm/presstv)