Presiden Raisi: Percuma, Jangan Bicara kepada Bangsa Iran dengan Bahasa Otot

0
2

Teheran, LiputanIslam.com  Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mengumumkan bahwa tekanan maksimumnya terhadap Iran gagal secara memalukan.

Dalam pidato dari Provinsi Khorasan, Kamis (23/6), Raisi mengatakan: “Sebagai wakil rakyat Iran, saya mengatakan kepada Amerika: Jangan berbicara kepada rakyat Iran dengan bahasa kekerasan, tak ada gunanya.”

Dia menjelaskan, “Bangsa Iran telah melampau perang dan memenanginya, dan resisten selama 40 tahun. Karena itu, mereka juga pasti akan menang dalam perang ekonomi. Mereka sabar dan teguh menghadapi sanksi dipaksakan terhadap mereka.”

Presiden Raisi juga mengatakan, “Melalui perang ekonomi dan media, musuh berusaha menanamkan frustasi pada anak-anak bangsa Iran. Karena itu, semua pejabat harus menebar spirit harapan pada orang-orang Iran, dan ini dapat diwujudkan dengan kerja nyata, bukan sekedar kata. Semua pejabat harus memberikan layanan kepada rakyat dan menebar optimisme di tengah mereka agar perang psikologis yang dikobarkan musuh sia-sia.”

Senada dengan ini, Pemimpin Besar Iran Sayid Ali Khamenei beberapa hari sebelumnya, mengatakan, “Lemahnya iman dan pessimisme terhadap masa depan negara, semua ini adalah bagian dari elemen perang lunak yang dilancarkan terhadap bangsa Iran. Orang yang menjatuhkan harapan masyarakat pada masa depan adalah orang yang bekerja demi kepentingan musuh.”

Mengenai bencana gempa bumi Afghanistan yang telah menewaskan sedikitnya 1000 orang dan melukai 1500 lainnya, Presiden Raisi mengatakan, “Iran selalu terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan, dan akan memberikan bantuan kepada rakyat Afghanistan yang terdampak gempa bumi baru-baru ini.”

Kedubes Iran untuk Afghanistan Rabu lalu menyatakan Teheran telah mengirim dua unit pesawat pemberi pertolongan pertama ke daerah-daerah terdampak gempa bumi Afghanistan. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Ringkus Para Agen MOSSAD

Panglima IRGC: Iran akan Menjelma Menjadi Kekuatan Dunia

DISKUSI: