Johannesburg, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengatakan negara ini menawarkan peluang unik bagi negara-negara anggota kelompok negara berkembang BRICS di bidang perdagangan, energi dan transit.
Dalam pidatonya pada pertemuan puncak “Friends of BRICS” di Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis (24/8), Presiden Raisi menyinggung keputusan BRICS menerima anggota baru ke dalam blok tersebut, dan menekankan bahwa langkah ini akan membuka jalan bagi pembangunan global berdasarkan keadilan.
“Manfaat keanggotaan Republik Islam Iran di BRICS tentunya akan sangat bersejarah. Hal ini akan membuka babak baru dan merupakan langkah baru menuju peningkatan keadilan, kesetaraan, etika, dan perdamaian berkelanjutan di seluruh dunia,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa interaksi maksimal dan peningkatan mekanisme kerja sama multilateral, terutama dengan negara-negara independen dan berkembang, merupakan inti kebijakan luar negeri Iran.
“Karena lokasi transitnya yang unik, sumber daya energi yang luas serta keahlian tingkat tinggi di berbagai bidang, yaitu produksi industri serta teknologi nano dan medis, kami menyatakan kesiapan kami untuk kerja sama, proyek ekonomi bersama, dan investasi dengan negara-negara anggota BRICS,” sambung Raisi.
Dia menilai bagian penting dari masa depan komunitas internasional mulai terbentuk di wilayah geografis dunia ini.
“Hegemoni, ketidakadilan, diskriminasi dan dekadensi moral telah menempatkan dunia pada situasi yang sulit dan rumit,”ujarnya.
Dia menjelaskan, “Muncul dan merebaknya permasalahan seperti kelaparan dan perubahan iklim, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dan medis, ketidakamanan dunia maya serta ancaman terhadap budaya, nilai-nilai dan identitas merupakan beberapa tantangan yang memerlukan upaya dan konvergensi untuk memperdalam wacana keadilan, dan menemukan sistem yang adil berdasarkan kepentingan bersama.”
Presiden Iran menyebut BRICS sebagai simbol perubahan dan transformasi dalam hubungan global, yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan komunitas internasional, terutama seiring dengan meningkatnya kepercayaan global terhadap keampuhannya.
Raisi memastikan Iran tegas mendukung keberhasilan upaya BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, menggunakan mata uang nasional serta mekanisme pembayaran dan penyelesaian keuangannya.
Di bagian lain kata sambutannya, Presiden Iran tak lupa mengutuk mengecam apa yang disebutkan rasisme kaum Zionis Israel terhadap bangsa Palestina.
BRICS merupakan sebuah blok yang semula terdiri atas Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, yang secara kolektif mewakili hampir 40% populasi global dan seperempat produk domestik bruto (PDB) dunia.
Iran adalah satu di antara banyak negara yang berharap dapat menjadi anggota BRICS, dan telah mengajukan permohonan resmi untuk ini. (mm/presstv)
Baca juga: