Teheran, LiputanIslam.com – Pameran kemampuan Iran di bidang industri pertahanan dan militer diadakan dengan diresmikan di hadapan Presiden Sayid Ibrahim Raisi, dan Menteri Pertahanan Brigjen Mohammad Reza Ashtiani serta sejumlah pemangku kepentingan.
Prestasi terbaru Iran Islam dalam hal industri dan produk pertahanan dan militernya, termasuk rudal dan drone, serta senjata berat dan ringan, ditampilkan di Pameran Prestasi Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata, yang diselenggarakan di Teheran, ibu kota Iran, pada peringatan Hari Industri Pertahanan.
Wakil Menteri Pertahanan Reza Talainik, Rabu (23/8), mengatakan saluran Al-Alam; “Iran, setelah kemenangan revolusinya, menghadapi sanksi militer, namun para ilmuwan kami mengubah sanksi ini menjadi sebuah peluang. Sebelum kemenangan revolusi, kami mengimpor 90 persen produk militer, namun setelah revolusi, kami memproduksi 90 persen produk militer yang kami butuhkan, dan semuanya berteknologi tinggi.”
Menurut Al-Alam, berbagai departemen di bidang pertahanan dan banyak bidang militer berpartisipasi dalam pameran tersebut, dan ini membuktikan fakta bahwa industri pertahanan Iran bergerak cepat dan mengalami kemajuan yang stabil dibandingkan masa lalu, serta menandakan semakin menguatnya kemampuan Republik Islam di bidang pengetahuan teknis di industri pertahanan.
Anggota Komite Keamanan Nasional di Parlemen Iran, Morteza Mahmoudvand, mengatakan, “Dengan kehadiran ilmuwan muda Iran, kita sekarang berada pada level tertinggi di bidang manufaktur pertahanan, dan ini bukanlah sebuah slogan,melainkan fakta yang diakui oleh kawan dan lawan. Saat ini kita telah mencapai kemajuan besar dalam pembuatan rudal, drone dan peralatan lainnya, yang diproduksi oleh para ahli lokal.”
Iran telah mencapai kemajuan besar di bidang industri pertahanan, terutama dalam beberapa waktu terakhir, meskipun ada tekanan dan sanksi yang dijatuhkan oleh musuh-musuhnya.
Saat ini, Kementerian Pertahanan Iran sedang melaksanakan tugas-tugas penting bekerja sama dengan banyak lembaga kreatif di bidang –bidang kajian dan inovasi, desain, pengembangan dan teknologi, rekayasa struktural, dan penelitian. Kemajuan Iran di berbagai bidang pertahanan merupakan hasil upaya para ahli di industri pertahanan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Mohammad Reza Ashtiani menyatakan Teheran berencana meluncurkan dua atau tiga satelit dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan, tepatnya akhir tahun ini dalam kalender nasional Iran, berakhir pada pertengahan Maret 2024.
Ashtiani menyatakan bahwa organisasi-organisasi terkait telah bekerja untuk memproduksi satelit dan pembawa satelit.
“Kami terlibat dalam pengembangan dan peluncuran satelit. Berdasarkan rencana kami, kami akan meluncurkan 2-3 satelit tahun ini, sesuatu yang kami harap dapat berhasil,” tuturnya.
Iran telah mengambil langkah besar di bidang sains dan teknologi dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ada sanksi AS, dan masuk dalam 10 besar negara dunia yang mampu membangun dan meluncurkan satelit.
Iran mengorbitkan satelit pertamanya Omid (Harapan) pada tahun 2009 dan satelit Rasad (Observasi) pada tahun 2011. Pada tahun 2012, Iran berhasil mengorbitkan satelit ketiga buatannya, Navid (Kabar Baik).
Pada bulan April 2020, Iran mengumumkan keberhasilan mengorbitkan satelit militer pertamanya. Pada Maret 2022, Iran meluncurkan satelit militer keduanya ke luar angkasa. Dan pada Agustus 2022, negara republik Islam mengorbitkan Khayyam, satelit pencitraan resolusi tinggi. (mm/alalam/fna)
Baca juga: