Perjanjian Nuklir Iran Dinilai Sudah Mendekati Pemulihan, Israel Panik

0
182

Teheran, LiputanIslam.com Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani, mengatakan bahwa negosiasi pemulihan perjanjian nuklir 2015 bergerak maju di jalur yang positif.

Dia juga menyebutkan masalah yang tersisa terkait dengNewan perjanjian yang dinamai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) itu jumlahnya kecil namun penting, sensitif dan determinan.

Dia menambahkan, “Kami berharap Washington akan bertindak secara rasional dan mengambil keputusan politik untuk memastikan kepentingan dan tuntutan sah kami.”

Dia juga menuturkan, “Teheran akan mematuhi kesepakatan yang menjamin kepentingan dasarnya dan tidak akan mundur dari garis merahnya dalam negosiasi.”

Otoritas Iran mengatakan bahwa proses tarik ulur dengan Amerika Serikat mengenai usulan Uni Eropa untuk pemulihan perjanjian nuklir akan diperpanjang hingga bulan depan.

Dikutip Bloomberg, wubsite Noor News milik pemerintah Iran di Twitter pada hari Ahad (28/8), melaporkan bahwa Iran memerlukan waktu “setidaknya” hingga tanggal 2 September 2022 untuk merespon tanggapan pemerintahan Presiden AS Joe Biden terkait dengan dokumen yang dirancang oleh Uni Eropa untuk pemulihan JCPOA, perjanjian yang dikhianati oleh AS pada tahun 2018.

Noor News, yang terkait erat dengan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, menyebutkan bahwa Teheran terus “meninjau dengan hati-hati tanggapan AS” dengan bantuan para ahli.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby dalam sebuah wawancara dengan CNN, Ahad, mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden masih percaya bahwa diplomasi dan kembali ke perjanjian nuklir adalah solusi terbaik.

Dia juga menyebutkan bahwa para perunding sekarang sudah lebih dekat dengan pencapaian kesepakatan daripada dua minggu lalu, tapi dia juga menekankan bahwa masih ada kesenjangan antara pihak-pihak dalam perjanjian nuklir dengan Iran.

Menurutnya, pemerintah AS telah memberikan tanggapannya, mengungkapkan harapannya untuk hasil yang positif,  dan menekankan bahwa apa yang disebutnya akuisisi senjata nuklir oleh Teheran akan mempersulit penyelesaian masalah apapun di kawasan.

Di hari yang sama, Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam penerusnya, Yair Lapid, dan Menteri Pertahanannya, Benny Gantz, atas kesepakatan nuklir Iran yang mungkin akan segera ditandatangani.

Di Twitter dia menyebut Lapid dan Gantz tertidur dan membiarkan Iran mencapai kesepakatan nuklir yang akan, menurutnya, membahayakan masa depan Israel.

Sehari sebelumnya, di Twitter dia berjanji mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dengan cara apa pun, baik ada atau tidak ada perjanjian nuklir antara Iran dan AS. (mm/mna/raialyoum)

DISKUSI: