Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengatakan rezim Israel hanya mempercepat kehancurannya dengan membunuh kaum perempuan dan anak-anak kecil Palestina yang tak berdosa di Gaza.
“Setiap tetes darah orang Palestina membawa Zionis semakin dekat pada kehancuran, dan rezim Zionis tidak dapat mengimbangi kekalahannya dengan kekejaman ini,” kata Presiden Raisi dalam orasinya di hadapan massa pengunjuk rasa anti-Israel di Teheran, ibu kota Iran, Rabu (18/10).
“Manusia mana yang menerima kejahatan keji ini? Membunuh perempuan dan anak-anak, menyerang rumah sakit, ini menandai awal dari berakhirnya rezim Zionis,” tambahnya.
Presiden Raisi menyebutkan bahwa selain menderita kekalahan militer, Israel baru-baru ini juga mengalami “kemunduran keamanan dan intelijen” di tangan kubu resistensi.
Sayid Raisi menegaskan kebencian global terhadap rezim Israel dan pendukung utamanya, Amerika Serikat, melonjak drastis.
“Lihatlah kebencian masyarakat global terhadap rezim Zionis dan Amerika, dan bagaimana orang-orang di seluruh dunia mengungkapkan kebencian mereka atas kejahatan yang mereka lakukan,” katanya.
Dia menambahkan, “Saat ini, semua orang yang berhati nurani membenci kejahatan mengerikan ini, dan ini merupakan kekalahan bagi rezim Zionis dan Amerika. Saat ini, konsensus global telah terbentuk, dan masyarakat (global) mengutuk rezim pendudukan, yang telah melakukan begitu banyak kejahatan terhadap perempuan dan anak-anak.”
Presiden menyinggung organisasi-organisasi internasional dan negara-negara yang hanya cukup mengutuk kejahatan Israel.
Dia menyoal: “Apakah mengutuk saja sudah cukup? Apakah negara-negara puas dengan hukuman yang adil? Apakah mengungkapkan kemarahan saja sudah cukup? Karena itu, saat ini, negara-negara Muslim sedang menunggu tindakan yang efektif.”
Raisi menegaskan bahwa komunitas internasional harus mengambil tindakan nyata dan bermakna untuk meminta pertanggungjawaban rezim Israel atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel telah membombardir Jalur Gaza selama hampir hampir dua minggu hari terakhir setelah Hamas melancarkan Operasi Badai al-Aqsa terhadap Israel sebagai tanggapan atas kampanye agresi, pelanggaran, dan pertumpahan darah yang dilancarkan rezim Zionis tersebut terhadap orang Palestina.
Kementerian Kesehatan di Gaza kini mengatakan total 3.478 warga Palestina gugur dalam serangan udara Israel, sementara lebih dari 12.000 lainnya menderita luka-luka.
Pemboman secara membabi buta Israel, khususnya terhadap sebuah rumah sakit di wilayah pesisir Gaza, telah memicu kemarahan dan kecaman luas di seluruh dunia.
Pada hari Selasa, lebih dari 500 orang, termasuk wanita dan anak-anak, kehilangan nyawa dalam serangan udara Israel di Rumah Sakit Al-Ahli. Ribuan warga Palestina berada di rumah sakit itu ketika serangan itu terjadi. (mm/presstv)
Baca juga: