NewYork, LiputanIslam.com –  Presiden Iran Hassan Rouhani meminta negara-negara Barat menghentikan pasokan senjatanya ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) agar krisis di Yaman dapat  segera berakhir dan kemudian tercipta perdamaian di kawasan sekitar.

Mengenai insiden serangan ke Aramco, Rouhani di sela sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Kamis (26/9/2019), menepis segala bentuk keterkaitan Iran dengan serangan ini.

Saat ditanya mengenai mengenai dukungan Iran kepada kelompok Ansarullah (Houthi) dalam serangan tersebut, Presiden Iran mengatakan bahwa pihak penuduhlah yang harus menyodorkan bukti atas klaim dan tuduhannya, bukan Iran.

Baca: Rouhani di PBB: Keamanan Saudi Bergantung pada Penghentian Perang di Yaman

Menurutnya, Ansarullah memiliki rudal sendiri sehingga sebelumnya juga sudah melancarkan serangan-serangan serupa, dan krisis regional hendaknya diselesaikan hanya melalui jalur diplomatik.

Mengenai kemungkinan dialog Iran dengan AS, Rouhani kembali menegaskan bahwa perundingan itu tidak mungkin dilakukan sebelum AS mencabut sanksi-sanksinya terhadap Iran.

Dia menambahkan bahwa negara-negara Eropa telah berusaha menyediakan perangkat untuk mempertahankan perjanjian nuklir Iran dan interaksi ekonomi mereka dengan Iran, namun ketika upaya itu sampai pada tahap penerapan, mereka ternyata tak sanggup atau tidak memiliki kemauan untuk menerapkan komitmennya, dan malah masih membutuhkan persetujuan AS.

Baca: Menlu Saudi Nyatakan Makin Banyak Pihak yang Mendukung Tuduhan terhadap Iran

Mengenai kesulitan mendapat visa kunjung ke AS yang dialami para pejabat Iran, Venezuela, dan Rusia untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB, Presiden Iran menegaskan AS tidak berhak mencegah ataupun menunda pemberian visa karena para pejabat itu datang ke AS untuk hajatan PBB, bukan terkait hubungan bilateral AS dengan negara lain. Rouhani mengaku setuju apabila ada ide pemindahan markas PBB dari AS ke negara lain. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*