Presiden Iran: Imperium Media Barat Mendistorsi Fakta dan Mengubah Definisi Terorisme

0
172

Teheran, LiputanIslam.com   Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, Senin (26/9), mengecam media Barat dan menyebutnya berusaha memberikan persepsi yang menyimpang tentang realitas dunia.

Kecaman itu dia ungkapkan dalam pertemuan dengan keluarga jenderal legendaris Iran, Qassem Soleimani, yang dibunuh pasukan AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada Januari 2020 atas perintah langsung dari presiden AS saat itu, Donald Trump.

“Hari ini, sistem hegemonik (dunia), yang bergantung pada imperium medianya, mencoba mengubah definisi terorisme dan menampilkan dirinya sebagai pahlawan perang melawan terorisme,” kata Raisi.

Raisi mengatakan Jenderal Soleimani telah berubah menjadi salah satu “simbol kemapanan Islam”, dan karena itu musuh menaruh dendam terhadap komandan anti-teror Iran ini.

Pada sidang ke-77 Majelis Umum PBB di New York Rabu pekan lalu Raisi menyerukan tuntutan hukum terhadap Trump, sembari menegaskan bahwa Iran akan mengejar kasus pembunuhan Soleimani.

Dalam pertemuan dengan keluarga Jenderal Soleimani, Raisi menyebutkan bahwa dalam berbagai pidato dan pertemuannya selama perjalanannya ke New York dia menekankan bahwa negara-negara Eropa dan AS sekarang berusaha melindungi kelompok teroris anti-Iran Organisasi Mujahidin-e-Khalq. (MKO), yang telah menumpahkan darah lebih dari 17.000 orang Iran yang tak bersalah.

Raisi mengatakan AS dan Eropa bukan hanya telah menghapus MKO dari daftar kelompok teroris, melainkan juga mendukung mereka.

Uni Eropa (UE), Kanada, AS, dan Jepang mencatat MKO dalam daftar hitam organisasi teroris.  Namun, pada 2012, AS dan UE mencoret nama kelompok itu dari daftar hitam.

MKO sekarang berbasis di Albania dan menikmati kebebasan beraktivitas di sana. (mm/presstv)

Baca juga:

Iran Kembali Dilanda Gelombang Demo Akbar Anti Perusuh, Kemlu Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

Rusia, China, Iran dan Beberapa Negara Lain akan Gelar Latihan Militer Bersama di Samudera Hindia

DISKUSI: