PM Israel Berkunjung ke UEA, Jihad Islam Sebut UEA Pengkhianat Palestina

0
347

Gaza, LiputanIslam.com –  Faksi Jihad Islam Palestina (PIJ) mengecam keras sambutan pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) atas kunjungan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, dan menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap bangsa Palestina.

Bennett tiba di Bandara Abu Dhabi dan disambut oleh Menteri Luar Negeri UEA Abdollah bin Zayed pada Ahad malam (12/12), dan esoknya mengadakan pertemuan resmi dengan Putra Mahkota UEA Mohamed bin Zayed.

Kunjungan Bennett tercatat sebagai kunjungan resmi pertama seorang perdana menteri Israel ke negara Arab yang berkompromi dengan Israel.

PIJ memperingatkan bahwa normalisasi hubungan dan kebersekutuan dengan Rezim Zionis adalah pengkhiatan terhadap bangsa Palestina yang telah puluhan tahun berjuang melawan pendudukan kaum Zionis atas tanah Palestina.

PIJ menegaskan, “Sambutan atas (kunjungan) Bennett merupakan penguatan keamanan rezim penjahat ini, upaya melegasisasi eksistensi palsunya, pencucian tangannya dari lumuran darah anak-anak kecil dan orang-orang kami yang tak berdosa.”

Pada Juni lalu Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid berkunjung ke UEA untuk peresmian Kedutaan Besar Israel di Abu Dhabi, dan ini tercatat sebagai kunjungan pertama pejabat tinggi Israel sejak tercapainya Kesepakatan Abraham antara kedua negara.

Sejak ditekennya kesepakatan damai tersebut juga telah dicapai beberapa MOU dan dokumen kerjasama antara Israel dan UEA.

Mengenai kunjungan Bennett ke UEA, Reuters melaporkan bahwa pesawat pembawa Bennet terbang dari Tel Aviv menuju Abu Dhabi melalui angkasa Arab Saudi.

Saudi tak memiliki hubungan resmi dengan Israel, tapi pada tahun lalu, meskipun mendapat reaksi kecaman luas, Riyadh  mengizinkan pesawat Israel terbang melintasi zona udara Saudi dalam penerbangan menuju UEA maupun negara-negara lain. (mm/pt/fna)

Baca juga:

Washingon Post Ungkap Besarnya Keterlibatan Israel dalam Perang Yaman

Israel Pamerkan “Tembok Besi” Canggih, Sanggupkah Para Pejuang Gaza Mengatasinya?

 

DISKUSI: