Petinggi IRGC: Iran Terlampau Kuat, Aksi Militer terhadap Iran Tak Ada dalam Agenda Israel

0
414

Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Ali Fadavi memastikan bahwa aksi militer terhadap Iran tak ada dalam agenda Rezim Zionis Israel.

Dalam sebuah pidato menjelang shalat Jumat (31/12) di Teheran, Fadavi menyebutkan bahwa Perdana Menteri Zionis (Naftali Bennett) secara tertulis  sudah memberitahukan kepada para Zionis supaya  tak ada lagi orang yang berbicara mengenai aksi militer terhadap Iran setelah IRGC menggelar latihan perang bersandi Great Prophet (Nabi Besar) ke-17.

Dia menjelaskan bahwa sudah lebih dari empat dekade kubuh musuh Iran bersatu untuk melumpuhkan Iran namun selalu gagal.

“Selama 43 tahun terakhir semua musuh bersatu, namun tak satupun kemenangan dapat mereka raih… Situasi sekarang tak lagi seperti dekade-dekade silam. Kondisi kita sekarang bahkan tak bisa dibandingkan dengan dua tahun lalu, sebab kita sudah menjalankan kewajiban-kewajiban kita. Para syuhada telah memberikan banyak persembahan sehingga kemenangan-kemenangan ini tercapai dan kewajiban-kewajiban tertunaikan.”

Dia menambahkan, “Allah tak akan menyalahi janji-Nya. Tak ada pelanggaran dalam janji Allah. Dalam pekerjaan-pekerjaan yang tak beratpun jika kita mengamalkan kaidah-kaidah Al-Quran maka akan ada hasil yang terbaik.”

Fadavi menyinggung peran cemerlang martir besar dan jenderal legendaris Iran Qasem Soleimani dengan mengatakan, “Berkat perjuangan Syahid Soleimani, para simpatisan revolusi Islam menemukan medan perjuangan yang meluas sampai ribuan kilometer dari pusat revolusi Islam (Iran), namun mereka tak ubahnya dengan orang-orang yang ada di pusat revolusi Islam sendiri.”

Dia menambahkan, “Semua sedang memerangi rakyat Yaman. AS, Eropa, sejumlah negara Afrika, dan yang  lebih penting lagi, banyak negara Arab, terlibat dalam perang ini, tapi semuanya gagal…. Di Palestina, Lebanon, Suriah, Afghanistan dan Iran juga demikian.  Sebabnya ialah bahwa kaidah yang telah ditentukan oleh Allah sudah qath’i dan pasti. Jika kewajiban-kewajiban ini kita amalkan maka yang akan diraih adalah hasil-hasil yang bergelimang kemenangan.”

Petinggi IRGC ini lantas menyebutkan nama Israel dengan mengatakan, “Baru beberapa hari lalu, dengan dukungan AS, para Zionis berkoar, tapi setelah penyelenggaraan latihan besar ‘Great Prophet’ Perdana Menteri Zionis secara tertulis mengumumkan kepada para Zionis agar tak ada lagi orang yang berbiocara mengenai aksi militer terhadap Iran, sebab mereka tahu bahwa ketika AS saja tak bisa berbuat ceroboh selama 43 tahun maka merekapun juga sama sekali tak bisa berbuat ceroboh. AS sekarang seperti orang yang tak berdaya dalam menggunakan metode-metode perlawanan terhadap revolusi Islam, yang menunjukkan keterpurukannya, dan mengatakan ‘kita sekarang harus mencari suatu kekuatan yang dapat membendung Iran’”. (mm/mna)

Baca juga:

Presiden Iran: Jenderal Soleimani Sebuah Aliran, AS Melemah di Timteng, Poros Resistensi Berjaya

Intelijen Israel Klaim Beberapa Minggu lagi Iran Punya Bahan yang Cukup untuk Membuat Bom

DISKUSI: