Perwira Zionis Tewas dalam Kontak Senjata di Jenin, 13 Orang Palestina Terluka

0
15

Ramallah, LiputanIslam.com  Polisi Israel mengumumkan bahwa salah satu anggotanya tewas dalam kontak senjata dengan orang Palestina di desa Burqin, kegubernuran Jenin, Tepi Barat.

Dalam siaran persnya, Jumat (13/5), polisi Israel menyatakan bahwa perwira Noam Raz, 47 tahun, “terbunuh dalam pertempuran dengan orang-orang bersenjata yang menembaki pasukan kami, selama operasi di desa Burqin di kegubernuran Jenin.”

Polisi Israel menambahkan, “Dalam baku tembak dengan orang-orang bersenjata, perwira Noam Raz, terluka parah dan dievakuasi dengan helikopter ke Rumah Sakit Rambam, dan kemudian dinyatakan meninggal.”

Dalam pernyataan sebelumnya yang dikeluarkan oleh tentara dan polisi Israel disebutkan bahwa “kegiatan keamanan dilakukan di desa Burqin, termasuk penangkapan para buronan.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa pasukan itu menanggapi orang-orang bersenjata Palestina yang melepaskan tembakan intensif dan melemparkan alat peledak ke arah mereka.

Pernyataan itu menambahkan, “Ketika pasukan meninggalkan desa, seorang pejuang dari Unit Polisi Khusus terluka,” sebelum meninggal di rumah sakit.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa pasukan Israel mengepung sebuah rumah di mana seorang buronan Palestina berada “sampai akhirnya menyerah dan ditangkap bersama saudaranya.”

Warga Palestina Muhammad al-Deb’i, pemilik rumah yang menjadi sasaran pengepungan dan pemboman Israel, mengatakan bahwa penyerbuan dimulai pukul enam pagi waktu setempat dengan penembakan roket dan peluru ke rumah, dan kemudian penghuninya diminta keluar.

Al-Deb’i menceritakan bahwa pasukan Zionis meminta penghuni rumah untuk pergi, dan mendesak supaya putranya, Mahmoud, menyerahkan diri. Seorang perwira intelijen Israel mengancam akan “membom rumah dan membakar sisa rumah jika Mahmoud tidak menyerahkan diri.”

Pasukan Israel kemudian menangkap Mahmoud dalam kondisi bugar tanpa menderita luka meskipun rumahnya dibom.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa 13 korban luka tembak dengan kondisi dua di antaranya kritis telah dilarikan ke Rumah Sakit Khusus Ibnu Sina di Jenin.

Kepresidenan Palestina menyatakan, “Serangan (Israel) di Jenin, Quds (Yerussalem) dan tempat-tempat sucinya, serta kelanjutan pemukiman mendorong menuju ledakan yang komprehensif.”

Kantor berita resmi Palestina, Wafa, mengutip pernyataan juru bicara kepresidenan Nabil Abu Rudeineh bahwa serangan itu dilakukan sebagai kelanjutan dari perang Israel yang sedang berlangsung terhadap bangsa Palestina dengan semua kesucian Islam dan Kristennya.

Juru bicara Gerakan Jihad Islam di Tepi Barat, Tariq Ezz El-Din, menegaskan bahwa aski-aksi teror pasukan pendudukan Zionis merupakan “kejahatan besar yang tak akan terampuni”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Pejuang Palestina Diseru Gunakan Senjata di Saat dan Tempat yang Tepat

Pasukan Israel Serang Prosesi Pemakaman Jenazah Shireen Abu Aqleh
DISKUSI: