Perwira UEA Hina Saudi, Bin Zayed Menolak Pengambilan Tindakan terhadapnya

0
258

AbuDhabi, LiputanIslam.com –  Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed bin Zayed, dilaporkan menolak desakan Arab Saudi supaya otoritas UEA menindak seorang perwira UEA yang telah meghujat dan melontar kata-kata kasar dan jorok terhadap orang-orang Saudi.

Diberitakan Al-Alam, Selasa (9/11), situs Emirat Leaks telah mengutip keterangan sumber-sumber yang disebutnya mengetahui peristiwa tersebut bahwa Bin Zayed bukannya menyetujui permintaan resmi Saudi supaya perwira itu ditindak tapi malah memerintahkan supaya perwira itu dilindungi.

Menurut sumber-sumber itu, sikap Bin Zayed terhadap kasus tersebut terkait dengan konflik antara UEA dan Saudi mengenai peran dan dominasi regional yang terjadi belakangan ini.

Sebelumnya, telah beredar di tengah warganet Saudi sebuah bocoran rekaman suara yang dikaitkan dengan seorang perwira UEA bernama Ahmad Obeid. Dalam rekaman itu terdengar dia menghujat orang-orang Saudi, termasuk dengan menyebut mereka “anak-anak musafir” yang “telah bertindak lancang terhadap para juragan mereka, orang-orang Emirat”.

Disebutkan bahwa perwira itu menghujat orang-orang Saudi dalam sebuah pertemuan online tertutup di mana dia menyebut sejumlah orang Saudi sebagai “hasil tenda-tenda Walid bin Talal”. Pernyataan ini pengacu pada rumor tentang seorang pangeran Saudi yang telah memanggil sejumlah pria Saudi melalui pesan-pesan seluler atau WhatsApp serta mendatangkan mereka dengan bus ke dalam tendanya untuk melakukan hubungan seksual sesama jenis.

Perwira UEA itu juga menyatakan bahwa orang-orang yang disebutnya anak-anak musafir itu adalah para pelaku praktik “liwath” (homoseks) yang “menunggang atau ditunggangi”.

“Orang-orang seperti itu tak punya harga diri di pasaran para pejantan,”umpatnya.

Dia menambahkan, “Lapanganlah yang berbicara, bukan Ahmad Obeid, kalian (orang-orang Saudi) ke manapun pergi akan ditangkap, inilah akhir nasib kalian; lupa, panas dan hina tak bernilai.”

Rekaman suara itu membangkitkan gelombang kemarahan yang meluas di tengah warganet Saudi. Mereka mengecam pernyataan itu, menuntut reaksi otoritas Saudi terhadapnya, dan balik melontarkan kata-kata kasar dan pedas terhadap UEA dan para pemimpinnya. (mm/alalam/yt)

Baca juga:

Liga Arab Berupaya Atasi Krisis Diplomatik Lebanon-Saudi, Beirut Disebut Ogah Minta Maaf

Kuasai Pangkalan Umm Rish, Pasukan Ansarullah Makin Dekati Ladang Migas Yaman

DISKUSI: