Perundingan Nuklir Masih Tersendat, Iran akan Ajukan Kesimpulan Akhirnya kepada UE

0
259

Teheran, LiputanIslam.com   Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyatakan Teheran akan memberi kesimpulan akhirnya mengenai rencana pemulihan kesepakatan nuklir 2015 kepada koordinator Uni Eropa (UE) dalam pembicaraan tentang kesepakatan yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tersebut.

“Kami belum menawarkan kesimpulan akhir kami kepada pihak lawan. Kami akan menyampaikan kesimpulan akhir kami tentang masalah yang luar biasa ini kepada koordinator UE secara tertulis pada tengah malam hari ini untuk melihat umpan balik apa yang akan didapat dan reaksi apa yang akan ditunjukkan AS, ” kata Amir-Abdollahian pada Senin malam (15/8).

Dia menyebutkan bahwa jika AS menunjukkan reaksi yang realistis dan fleksibel terhadap tawaran Iran, maka “kami akan berada di titik kesepakatan”.

Dia juga mengatakan, “Pihak AS secara lisan menyetujui dua proposal yang ditawarkan oleh Iran. Namun, AS  ingin mendapatkan lebih banyak konsesi dan tidak menunjukkan fleksibilitas. Kami harus berbicara lebih banyak, dan pihak-pihak yang mencoba mendekatkan posisi kami harus (berusaha) membuat AS lebih dekat dengan sudut pandang logis kami,” kata Amir-Abdollahian.

Dia menambahkan bahwa kini giliran AS untuk melunak, dan bahwa penerimaan Washington secara lisan atas dua tawaran Iran “harus berubah menjadi teks dan harus menunjukkan fleksibilitas pada satu masalah.”

Sembari menyebut hari-hari mendatang sebagai hari-hari penting, Menlu Iran memastikan Teheran siap untuk mencapai kesimpulan melalui pertemuan menteri luar negeri dan mengumumkan kesepakatan akhir jika pandangannya diterima.

“Ini adalah keputusan negara bahwa jika garis merah kami dihormati, kami tidak akan bermasalah dengan pencapaian kesepakatan. Salah satu alasan perpanjangan (pembicaraan  pemulihan JCPOA] ialah bahwa kami tidak ingin melampaui garis merah,” jelasnya.

Menurutnya, AS hanya berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri.

“Sedangkan kami tidak ingin menyelesaikan kesepakatan dan kemudian melihat bahwa garis merah kami belum diindahkan,” lanjutnya.

Empat hari pembicaraan Wina antara perwakilan Iran dan lima pihak yang tersisa di JCPOA untuk menyelamatkan kesepakatan ini berakhir pada 8 Agustus dengan teks yang dimodifikasi di atas meja.

Pembicaraan Wina telah dilanjutkan pada 4 Agustus setelah beberapa bulan membentur jalan buntu, dan negosiasi tingkat ahli diadakan antara Iran dan kelompok negara-negara P4+1 (Inggris, Perancis, Rusia dan China plus Jerman). (mm/presstv)

Baca juga:

Mengenal Lebih Jauh Kehebatan Satelit “Khayyam” Iran

Menhan Israel Tuding Iran Danai Jihad Islam Palestina Puluhan Juta Dolar Per Tahun

 

DISKUSI: