Pertahanan Udara Yaman Rontokkan Drone Spionase Saudi

0
154

Foto Arsip

Sanaa, LiputanIslam.com –  Unit Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah (Houthi) menembak jatuh pesawat niwarak tempur dan mata-mata Arab Saudi di angkasa provinsi Sa’dah, Yaman, Senin (13/9).

Jubir resmi Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree mengatakan, “Dengan pertolongan Allah, pertahanan udara telah dapat menjatuhkan pesawat mata-mata tempur jenis Wing Loong 2 buatan China milik Angkatan Udara Saudi ketika pesawat ini sedang menjalankan misi agresif di angkasa kawasan Kataf, provinsi Sa’dah.”

Dia juga menyebutkan bahwa pesawat nirawak itu ditembak jatuh dengan menggunakan “senjata yang sesuai pada saat matahari terbenam pada hari ini, dan operasi ini telah didokumentasikan dengan kamera perang”.

Seperti diketahui, Yaman dilanda perang sejak lebih dari enam tahun silam antara kubu gerakan Ansarullah (Houthi) dan kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi.  Ansarullah yang didukung tentara Yaman menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak 2014, selain beberapa provinsi lain.

Sejak Maret 2015 pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman untuk membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dikalahkan.

Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman yang merasa negaranya kaya senjata dan peralatan perang serta didukung Barat dan Israel menjelang invasi itu sempat bersumbar bahwa pihaknya akan dapat menumpas Ansarullah dalam tempo beberapa hari atau paling lambat beberapa minggu.

Nyatanya, Ansarullah dan tentara Yaman yang mendapat dukungan mental, asistensi, dan politik dari Iran semakin tangguh serta gencar melesatkan rudal balistik dan drone ke wilayah Saudi sebagai balasan atas blokade dan serangan udara Saudi dan sekutunya. (mm/alalam)

Baca juga:

Pasukan Yaman Lancarkan Serangan Rudal dan Drone Besar-Besaran ke Wilayah Saudi

Ansarullah Lesatkan Rudal Balistik, Instalasi Minyak di Saudi Timur Tutup

DISKUSI: