Perhari 400 Orang Meninggal Akibat Covid-19 di Iran, Teheran Salahkan AS

0
70

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zangeneh menyalahkan Amerika Serikat (AS) terkait dengan meningkatnya jumlah kasus kematian akibat pandemi Covid-19 yang mencapai 400 per hari.

Dalam pernyataan di sela partisipasinya melalui konferensi video Forum Negara-Negara Eksportir Gas (GECF), Kamis (12/11/2020), Zangeneh menyatakan AS menghalangi pendapatan Iran dari ekspor minyak sehingga menambah kesulitan Iran dalam upaya penanggulangan Covid-19, dan pada gilirannya menyebabkan bertambahnya jumlah kasus infeksi dan kematian di negara ini.

Zangeneh menekankan bahwa AS  berperan destruktif selama empat tahun terakhir terhadap piagam dan hukum internasional.

Menurutnya, keluarnya AS dari perjanjian iklim, yang memperburuk masalah pemanasan global, dan penyulutan perang dagang terhadap China sembari memberlakukan banyak tindakan embargo terhadap Iran menyebabkan penurunan pendapatan minyak Iran di saat ekonomi global mengalami stagnasi akibat pandemi.

Zangeneh mencontohkan, penurunan pendapatan Iran dari minyak secara langsung berdampak pada layanan yang diberikan pemerintah kepada rakyat Iran di banyak bidang, termasuk kesehatan dan medis, di samping penurunan layanan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat miskin.

Dia menambahkan bahwa meskipun ada embargo AS, sektor gas Iran mengalami pertumbuhan yang stabil, dan produksi gas telah mencapai 1 miliar meter kubik per hari, dan layanan gas  mencapai 95 persen dari populasi Iran.

Menteri Perminyakan Iran lantas menyerukan perlunya melindungi pasar energi dari politisasi. (mm/alalam)

Baca juga:

Rouhani: Rezim yang Bermimpi Iran Runtuh, Kini Jatuh dengan Hina

Iran Pasang Mesin Sentrifugal Canggih di Pabrik Pengayaan Uranium Bawah Tanah

DISKUSI: