Perdana Menteri Palestina: Pertemuan Arab-Israel-AS di Negev Hanyalah Fatamorgana

0
148

Ramallah, LiputanIslam.com –  Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengecam pertemuan para menlu dari empat negara Arab dengan para pejabat Israel dan Amerika Serikat (AS) di kota Negev, Israel (Palestina pendudukan 1948).

Dikutip kantor berita Palestina Wafa, Shtayyeh dalam kabinet mingguan di Ramallah, Senin (28/3), menyebut pertemuan mengenai normalisasi hubungan Arab-Israel itu hanyalah ilusi dan fatamorgana belaka ketika Israel masih melanjutkan pendudukannya atas wilayah Palestina.

Pertemuan itu sendiri dilakukan oleh para menlu Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, Mesir, Bahrain, Amerika Serikat (AS), dan Israel dengan tujuan mempertahankan dan menguatkan normalisasi hubungan negara-negara Arab dan rezim Israel.

“Kami memantau dengan prihatin gerakan Israel di kawasan. Pertemuan normalisasi Arab tanpa mengakhiri pendudukan Israel atas Palestina hanyalah ilusi, fatamorgana, dan hadiah gratis untuk Israel,” ujar Shtayyeh.

Dia juga mengatakan, “Israel mengabaikan perkara rakyat kami, yang setengah dari mereka berada di bawah pendudukan dan setengah lainnya di kamp-kamp pengungsi, di pengasingan dan diaspora.”

Dia menyatakan bahwa tindakan Israel mengabaikan hak-hak Palestina, memperluas pemukiman kolonialnya, dan menghancurkan setiap peluang perdamaian tak meluruhkan tekad Palestina dalam menghadapi Israel, yang disebutnya sebagai “mesin penghancur tanah, rakyat, dan kesucian” Palestina.

Sebelumnya, Gerakan perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan faksi Jihad Islam Palestina juga mengutuk pertemuan di Negev, di mana Israel berencana untuk membangun pemukiman Zionis ilegal baru.

Israel semakin menggalakkan pembangunan pemukiman Zionis sejak menjalin kesepakatan normalisasi hubungan dengan UEA, dan Bahrain melalui mediasi AS pada September 2020. Maroko dan Sudan kemudian mencapai kesepakatan serupa dengan Israel.

Kesepakatan itu dikutuk dan disebut oleh Palestina sebagai pengkhianatan secara blak-blakan terhadap perkara Palestina. (mm/presstv)

Baca juga:

Iran Sebut Pertemuan Arab-Israel-AS di Negev “Pertemuan Keji”

Faksi-Faksi Palestina: Aksi Heroik di Hadera adalah Balasan dan Penolakan terhadap Normalisasi

DISKUSI: