Pengamat  AS: Tak Ada Kekuatan yang Dapat Menyurutkan Pengaruh Ansarullah di Yaman

0
322

Washington, LiputanIslam.com –  Pengamat dari The Washington Institute for Near East Policy, AS, Elana DeLozier, menyatakan tak ada kekuatan yang dapat menyurutkan pengaruh gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman.

Dikutip Fars, Jumat (2/7), DeLozier dalam sebuah artikelnya mula-mula menyebutkan bahwa utusan khusus baru PBB untuk Yaman, yang namanya akan segera diumumkan untuk menggantikan Martin Griffiths, akan menghadapi situasi sulit di Yaman.

Martin Griffiths yang pada tahun 2018 menggantikan Ismail Ismail Ould Cheikh Ahmed akan melepaskan jabatan tersebut ketika dalam beberapa bulan terakhir ini delegasi Ansarullah yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, enggan mengadakan pertemuan dengannya karena tak menganggapnya sebagai mediator yang netral.

Sejauh ini belum ada kepastian siapa yang akan menggantikan Griffiths, namun beberapa media menyebutkan bahwa penggantinya kemungkinan besar adalah seorang diplomat dari Inggris.

Elana DeLozier menyebutkan bahwa utusan khusus baru PBB untuk Yaman harus dapat mewujudkan perdamaian di Yaman secepatnya, padahal kondisi sekarang semakin pelik di tengah perang yang melanda negara ini sejak lebih dari enam setengah tahun silam.

Dia lantas menuliskan, “Perang Yaman adalah salah satu krisis kemanusiaan terburuk, sementara jelas tak ada kelompok bersenjata yang dapat menyurutkan pengaruh Houthi yang kini semakin berani dan fokus dalam berperilaku.”

Dia mengakui kunjungan delegasi Oman ke Sanaa sebagai satu perubahan signifikan dalam kinerja diplomatik Muscat, tapi dia menilai tidak akan segera membuahkan hasil.

Sembari memaparkan perkembangan situasi politik dan militer Yaman, dia menyatakan bahwa upaya Oman dan kehendak dunia untuk perdamaian bukanlah satu-satunya faktor yang menciptakan perubahan dalam satu tahun terakhir di mana Saudi mengaku bersedia memberikan konsesi demi mengakhiri perang, melainkan juga ada faktor lapangan di mana Ansarullah memperhebat serangan ke Ma’rib, Yaman, dan ke wilayah Saudi, sementara pasukan koalisi yang dipimpin Saudi justru terlibat perselisihan internal yang tajam. (mm/fars)

Baca juga:

Tanggapi AS, Ansarullah: Bangsa Yaman Tak akan Mengemis Perdamaian dengan Para Pembantai

[Video:] Pasukan Yaman Gempur Pangkalan Milter Saudi dengan Puluhan Drone

DISKUSI: