Pemimpin Besar Iran dan Perdana Menteri Irak Sama-Sama Tekankan Keamanan Kedua Negara

0
334

Teheran, LiputanIslam.com   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei  mengimbau pemerintah Baghdad  menjalankan kedaulatannya secara lebih optimal atas wilayah semi-otonomi Kurdistan Irak.

Imbauan itu dia sampaikan saat ditemui Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani yang berkunjung ke Iran bersama rombongan delegasinya, Selasa (29/11).

Ayatullah Khamenei menyinggung pernyataan pejabat senior Irak sebelumnya bahwa pemerintah Baghdad tidak akan membiarkan wilayah Irak digunakan sebagai tempat untuk melancarkan serangan ke negara-negara tetangga sesuai dengan konstitusi Irak.

“Sayangnya, ancaman ini muncul di beberapa wilayah Irak. Satu-satunya solusi adalah pemerintah pusat Irak menjalankan kedaulatan yang lebih besar atas wilayah-wilayah itu,” katanya.

Ayatullah Khamenei memastikan bahwa keamanan Irak setara dengan keamanan Iran sendiri,  dan bahwa Iran akan menghadapi pihak mana pun yang bermaksud mengganggu Irak.

Ayatullah Khamenei menyebut Irak sebagai negara Arab istimewa di kawasan Timteng dari segi sumber daya alam dan manusia serta latar belakang budaya, sejarah dan peradaban, namun dia menyayangkan karena posisi Irak sekarang masih belum sepadan dengan  keistimewaan itu.

“Irak belum mampu mencapai posisinya yang tinggi dan sebenarnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan perkembangan Irak pasti memicu kegusaran pihak-pihak tertentu meski mereka mungkin tak menampakkannya, namun dia meminta Baghdad mengandalkan rakyat  Irak dalam menghadapi plot musuh.

Lebih jauh, Pemimpin Besar Iran menekankan perlunya mengimplementasikan perjanjian yang dijalin oleh  kedua negara, khususnya di bidang kerjasama perdagangan, transit komoditas, dan transportasi kereta api.

Di pihak lain, Mohammad Al-Sudani memuji hubungan strategis dan historis antara Iran dan Irak, dan menyebutkan bahwa upaya bersama melawan kelompok teroris ISIS merupakan contoh nyata fakta itu.

Dia juga memberikan penghormatan kepada jenderal legendaris Iran Syahid Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda  Revolusi Islam Iran (IRGC), dan Syahid Abu Mahdi al-Muhandis, komandan kedua pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi (PMU), dua pejuang yang gugur diserang AS di Irak pada tahun 2020.

Al-Sudani menekankan bahwa pemerintahan Irak yang baru bertekad untuk mengimplementasikan perjanjian yang telah ditandatangani antara Teheran dan Baghdad, dan memperluas hubungan bilateral, terutama di bidang transaksi perdagangan.

Dia juga menegaskan, “Keamanan Irak dan Iran saling berhubungan. Di bawah konstitusi (Irak), kami tidak akan mengizinkan pihak mana pun menggunakan wilayah Irak sebagai alasan untuk merongrong keamanan pihak lain.” (mm/presstv)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei Tekankan Peningkatan Kekuatan AL Iran dan Kehadirannya di Perairan Internasional

Panglima IRGC: Iran Hadapi Perang Besar, Israel akan Musnah

DISKUSI: