Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran Mohammad Javad Azari menyatakan bahwa telah terjadi serangan  yang “sangat besar” terhadap keamanan infrastruktur pemerintahan elektronik (e-government) negara ini.

Tanpa menyebutkan sumber serangan itu Azari kepada wartawan di sela-sela pertemuan kabinet, Rabu (11/12/2019), menyatakan serangan itu terdeteksi dan ditangkal oleh perisai keamanan Jaringan Nasional untuk Informasi (Dejfa), dan sedang digali dan dijelaskan dimensinya.

Reuters mengutip pernyataan dua pejabat AS bahwa Washington melakukan operasi elektronik rahasia yang menargetkan Iran pasca serangan terhadap fasilitas minyak Aramco milik Saudi.  Washington dan Riyadh menuding Teheran bertanggungjawab atas serangan drone dan rudal yang terjadi pada 14 September lalu tersebut.

Dua pejabat anonim AS itu menjelaskan bahwa operasi elektronik itu terjadi pada akhir September dan menyasar kemampuan Teheran dalam penyebaran “propaganda”.

Baca: Iran Sindir Deklarasi GCC, Serukan Persatuan Ketimbang Permusuhan

Seorang pejabat mengklaim bahwa serangan itu mempengaruhi peralatan, tapi tidak memberikan keterangan lebih rinci.

The New York Times pada Agustus lalu mengklaim bahwa serangan informasi AS terhadap pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam pada Juni lalu berhasil mencegah serangan terhadap kapal komersial yang berlayar di Teluk Persia.

Baca: Segi Tiga Iran, Turki dan Rusia Kecam Keberadaan Kawanan Teroris di Idlib

Seorang pejabat senior AS kepada surat kabar itu juga menyatakan bahwa operasi tersebut telah menghancurkan sebuah situs yang menyimpan informasi yang memungkinkan IRGC untuk memilih target dan lokasi serangan. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*