Pejuang Irak Pastikan akan Terus Menyerang, Pasukan AS Sembunyikan Kerugian

0
247

Baghdad, LiputanIslam.com –  Kelompok-kelompok pejuang Irak bersumpah akan terus melanjutkan sepak terjang mereka untuk mengusir pasukan AS dari tanah air mereka. Mereka juga menegaskan bahwa perlawanan ini merupakan keputusan rakyat sendiri dan tak ada kaitannya dengan persiteruan antara AS dan Iran. Bersamaan dengan ini tentara AS dilaporkan menyembunyikan kerugian yang dideritanya akibat intensitas serangan para pejuang Irak.

Abu Ali Al-Askari, pejabat keamanan Brigade Hizbullah Irak, Kamis (8/7), menegaskan bahwa perlawanan terhadap pasukan pendudukan AS merupakan keputusan yang sepenuhnya memancar dari rakyat Irak sendiri sehingga tak patut dikaitkan dengan pihak luar negeri, termasuk Iran.

Dia menegaskan bahwa perjuangan melawan tentara AS di Irak merupakan keputusan bangsa negara ini, dan tak akan berhenti sebelum mereka angkat kaki dari Negeri 1001 Malam ini.

Meski demikian, Abu Ali menekankan bahwa kelompok-kelompok pejuang Irak menolak serangan terhadap perwakilan-perwakilan diplomatik.

“Keputusan kelompok-kelompok resistensi ialah bahwa bahkan kedutaan besar keji (AS – red.) di Baghdad jangan sampai dibom. Keputusan perlawanan terhadap tentara pendudukan adalah murni keputusan orang Irak tanpa ada kaitan apapun dengan pihak luar negeri,” ungkap Abu Ali dalam sebuah pesannya di Twitter.

Hal itu dia nyatakan ketika sebagian orang beranggapan bahwa serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer yang ditempati oleh pasukan AS merupakan imbas perang dingin antara AS dan Iran.

Dia menambahkan, “Tujuan resistensi rakyat Irak ialah memaksa keluar pasukan pendudukan agar dengan demikian undang-undang parlemen dapat terlaksana.”

Senada dengan ini, anggota biro politik gerakan Ashaib Ahl Al-Haq Irak, Saad Al-Saadi, menegaskan bahwa kelompok-kelompok resistensi Irak menentang kebercokolan pasukan AS di Irak.

Kepada Shafaq News dia mengatakan, “Serangan kelompok-kelompok resistensi ke pangkalan-pangkalan AS adalah karena komitmen mereka pasca kejahatan beruntun AS terhadap pasukan (relawan) Al-Hashd Al-Shaabi dan terornya terhadap Syahid Jenderal Qasem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi Al-Muhandis.”

Belakangan ini serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Irak semakin intensif setelah kelompok-kelompok pejuang Irak bersumpah membalas serangan AS terhadap Al-Hashd Al-Shaabi yang menggugurkan empat relawan di dekat perbatasan Irak-Suriah.

Al-Saadi menegaskan, “Kelompok-kelompok resistensi dalam beberapa hari ke depan akan meningkatkan operasinya terhadap kebercokolan AS, (negara) yang tak menghormati kedaulatan Irak dan undang-undang parlemen dan pemerintah.”

AS Sembunyikan Kerugian

Menyusul terjadinya serangan roket secara masif ke pangkapan Ain Al-Assad yang ditempati oleh militer AS di provinsi Anbar, Irak barat, tentara AS melarang masuk tim keamanan Irak yang bermaksud menaksir kerugian akibat serangan tersebut.

Sumber keamanan Irak, Kamis, kepada situs Al-Maloomah melaporkan bahwa sebuah tim keamanan tingkat tinggi sempat mendatangi pangkalan Ain Assad dengan maksud mendata kerugian akibat serangan, tapi tentara AS di sana tak mengizinkan mereka memasukinya dengan cara mencegat mobil rombongan di tengah jalan.

Sumber itu menambahkan, “Informasi yang ada menunjukkan bahwa banyak korban manusia dan kerugian materi yang menimpa pasukan AS di pangkalan ini.” (mm/fna)

Baca juga:

[Video:] Diserang Roket dan Drone, Kedubes AS di Baghdad Kepulkan Asap

Pasukan Irak Ringkus Pentolan ISIS Penanggungjawab Pembantaian Massal

DISKUSI: