Pejabat Senior Israel Akui Tak Sanggup Pengaruhi Perundingan Nuklir Iran

0
396

TelAviv, LiputanIslam.com –  Surat kabar Israel Haaretz, Senin (5/7), mengutip pernyataan narasumber yang disebutnya sebagai pejabat senior Israel bahwa Israel sudah tak sanggup lagi mempengaruhi kandungan dan spirit perjanjian nuklir negara-negara besar dunia, termasuk AS, dengan Iran.

Pejabat yang juga mengaku mengetahui komunikasi-komunikasi Israel dengan AS, Rusia dan berbagai negara besar lain itu mengatakan, “Tel Aviv sudah tak punya kemampuan mempengaruhi pasal-pasal perjanjian nuklir yang dibahas di Wina.”

Menurutnya, ada dua kemungkinan bagi para perunding nuklir; kembali kepada perjanjian nuklir yang orsinil, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), atau tidak kembali kepadanya, tanpa ada pilihan lain.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett Ahad lalu memimpin pertemuan yang membahas perkembangan perundingan nuklir Wina, dan sejak beberapa bulan lalu negara Zionis ilegal itu mengerahkan segenap kemampuannya di berbagai lini untuk menekan Iran dan mendesak AS agar terus meningkatkan sanksinya terhadap Iran.

Sementara itu, Wakil Tetap Rusia untuk oganisasi-organisasi internasional yang berkedudukan di Wina, Swiss, Mikhail Ulyanov, di Twitter, Senin, menyatakan bahwa tujuan yang disepakati dari pembicaraan Wina hanyalah untuk pemulihan JCPOA asli.

Menyinggung adanya upaya-upaya sebagian pihak untuk memasukkan topik lain dalam perundingan Wina, Ulyanov mencuit; “Dalam konteks #ViennaTalks, beberapa analis dan pejabat menganjurkan untuk menangani topik baru seperti keamanan regional dan rudal.”

Dia menambahkan, “Upaya untuk memukul 3 burung dengan 1 batu. Tidak realistis dan kontraproduktif. Tujuan pembicaraan yang disepakati hanya untuk mengembalikan #JCPOA yang asli.”

Iran telah mengadakan enam putaran pembicaraan di Wina dengan peserta JCPOA yang dikenal sebagai P4+1 dengan tujuan menyelamatkan JCPOA.

Teheran bersikeras bahwa pihaknya akan melanjutkan kepatuhan penuh kepada kesepakatan itu jika AS mencabut secara penuh sanksi-sanksinya terhadap Iran. Sanksi itu diberlakukan secara ilegal oleh AS di masa kepresidenan Donald Trump setelah dia mengeluarkan negaranya secara sepihak dari JCPOA pada Mei 2018. (mm/raialyoum/mna)

Baca juga:

Kapal Milik Israel Diserang di Samudera Hindia, Iran Dituding sebagai Pelaku

Jenderal Hatami: Iran Salah Satu Kekuatan Terbesar di Dunia di Bidang Pertahanan

 

DISKUSI: