Pejabat AS: Siapapun Presidennya, AS Ingin Berunding dengan Iran

0
75

TelAviv, LiputanIslam.com –  Seorang pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) yang sedang berkunjung ke Israel (Palestina pendudukan 1948) menyatakan bahwa siapapun yang menjadi presiden di Negeri Paman Sam ini, AS tetap akan menekan Iran dan berkeinginan untuk bernogosiasi dengan Iran.

Pejabat bernama Elliott Abrams itu, selaku utusan khusus AS untuk urusan Iran, Senin (9/11/2020), menyatakan bahwa dalam beberapa pekan mendatang negaranya akan meningkatkan sanksi terhadap Iran.

“Kami memiliki program sanksi tekanan maksimum. Jika Anda melihat pada bulan September dan Oktober, Anda akan melihat sanksi diberlakukan. Ini akan berlanjut pada November dan Desember, karena tak ada hubungannya dengan politik, tak ada kaitannya dengan pemilu. Itu adalah kebijakan luar negeri AS, dan itu didasarkan pada perilaku Iran, “katanya kepada beberapa wartawan Israel saat memberikan pengarahan di Tel Aviv.

Dia juga mengatakan, “Tak masalah siapa yang menjadi presiden pada 20 Januari, dalam arti akan tetap ada negosiasi dengan Iran. Itulah maksud pemerintahan Trump. Jadi itu bukan sumber perselisihan.”

Adapun mengenai perundingan nuklir Iran yang dinamai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) dan ditandatangani pada 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia, termasuk AS yang kemudian keluar darinya pada tahun 2018, Abrams mengatakan bahwa tidak akan mudah untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut.

“Saya tidak berpikir bahwa kembali ke JCPOA pada 2021 adalah prospek yang sederhana,” katanya.

Sejak AS keluar dari kesepakatan itu, Iran secara bertahap mengurangi kepatuhannya. Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan bahwa jika Teheran mematuhi persyaratan kesepakatan maka dia akan memperbarui komitmen Washington terhadap pakta tersebut.

Abrams berkunjung ke Israel manakala Menteri Pertahanan AS Mike Pompeo berencana berkunjung ke Israel untuk berunding dengan para pejabat rezim Zionis mengenai Iran. (mm/timesofisrael)

Baca juga:

Rouhani Imbau Joe Biden Tebus Kesalahan Trump, Zarif Minta Negara-Negara Tak Bergantung ke AS

Wakil Demokrat AS Nyatakan Pendanaan Perang Saudi di Yaman akan Dihentikan

DISKUSI: