PBB Temukan Misil Anti-Tank Mirip Buatan Iran di Libya

0
123

NewYork, LiputanIslam.com –    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan pihaknya telah menemukan rudal anti-Tank di Libya, yang mirip dengan rudal Dehlavieh buatan Iran.

Guterres melaporkan temuan tersebut kepada Dewan Keamanan PBB berdasarkan hasil analisa foto empat rudal anti-tank di Libya, yang satu di antaranya “memiliki karakteristik yang konsisten dengan rudal Dehlavieh yang diproduksi Iran”.

Namun, dalam laporan dua tahunannya – yang diserahkan ke dewan itu pada Senin malam (7/12/2020), dan dilihat oleh Reuters pada Selasa – dia mengatakan bahwa sekretariat PBB “tidak dapat memastikan apakah rudal anti-tank itu telah dikirim ke Libya” sehingga melanggar sanksi Dewan Keamanan.

Pada tahun 2007 Dewan Keamanan beranggotakan 15 negara itu menetapkan larangan ekspor senjata Iran. Berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan beberapa negara terkemuka dunia, yang diabadikan dalam resolusi Dewan Keamanan, larangan tersebut dicabut pada Oktober tahun ini.

Israel menuduh Iran melanggar sanksi tersebut, dan mengirimkan foto-foto rudal anti-tank di Libya kepada  Guterres pada Mei 2020. Beberapa minggu kemudian, Iran menyurati Guterres berisikan “penolakan tegas” terhadap klaim Israel yang disebutnya “sama sekali tidak berdasar.”

Israel menyatakan foto-foto itu muncul pada November 2019 dan senjata itu digunakan oleh kubu Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Khalifa Haftar, yang memerangi Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional.

“Berdasarkan analisis Sekretariat dari foto-foto yang disediakan, Sekretariat menetapkan bahwa salah satu dari empat peluru kendali anti-tank memiliki karakteristik yang konsisten dengan Dehlavieh yang diproduksi Iran, meskipun tidak ada tanggal produksi untuk peluru kendali anti-tank ini yang terlihat,” bunyi laporan Guterres.

Dia menambahkan, “Sekretariat tidak dapat memastikan apakah rudal anti-tank ini telah dikirim ke Libya dengan cara yang tidak sesuai dengan resolusi 2231 (tahun 2015).”

Guterres melaporkan ihwal implementasi resolusi tersebut dua kali setahun kepada Dewan Keamanan. (mm/reuters)

Baca juga:

Tuding Israel Terlibat, Iran Identifikasi Para Perencana Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya

Iran Pastikan Perjanjian Nuklirnya Tak Dapat Dinegosiasikan Lagi

DISKUSI: