Pasukan Zionis Terus Bunuhi Orang Palestina, Netanyahu Inginkan Normalisasi Israel dengan Saudi

0
110

Quds, LiputanIslam.com    Perdana Menteri Israel yang ditunjuk, Benjamin Netanyahu, mengharapkan normalisasi hubungan dengan Arab Saudi, dan menyebut langkah demikian dapat mengakhiri konflik Palestina-Israel.

Berbicara kepada penyiar Saudi Al Arabiya, Kamis (15/12), Netanyahu mengklaim “Inisiatif perdamaian” baru diperlukan untuk mengubah kawasan menjadi lebih baik.

“Saya pikir kita dapat memiliki prakarsa perdamaian baru yang akan membentuk lompatan kuantum untuk pencapaian penyelesaian konflik Arab-Israel dan akhirnya, konflik Palestina-Israel,” katanya.

Dia menambahkan, “Tentu saja, saya mengacu pada apa yang bisa menjadi perdamaian bersejarah yang benar-benar luar biasa dengan Arab Saudi.”

Dia mengklaim bahwa kesepakatan normalisasi seperti yang ditandatangani Israel bersama negara-negara Arab lainnya akan “mengubah kawasan kita dengan cara yang tak terbayangkan.”

Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi yang ditengahi AS dengan Israel di Washington pada September 2020.  Sudan dan Maroko mengikuti langkah itu pada akhir tahun yang sama. Bangsa Palestina mengutuk kesepakatan itu sebagai “tikaman dari belakang” yang berarti pengkhianatan.

Arab Saudi mengaku hanya akan menormalisasi hubungannya dengan Israel jika sudah terbentuk negara Palestina merdeka dalam perbatasan tahun 1967. Meski demikian, sudah menjadi rahasia umum bahwa Saudi dan Israel diam-diam menjalin persahabatan erat.

Pada tahun 2020, Netanyahu dilaporkan melakukan kunjungan rahasia ke Riyadh dan mengadakan pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Pada tahun yang sama, kedua belah pihak membuka “zona udara” mereka untuk penerbangan. Penerbangan Israel pertama ke ibu kota Saudi terjadi pada Oktober 2021.

Netanyahu mengkampanyekan normalisasi hubungan antara keduanya meski pasukan Zionis meningkatkan serangannya terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan sehingga PBB bahkan menyebut tahun ini sebagai tahun paling mematikan bagi warga Palestina di Tepi Barat.

Sepanjang tahun 2022, pasukan Israel telah membunuh lebih dari 210 warga Palestina, termasuk 50-an anak di bawah umur, di Tepi Barat dan al-Quds Timur serta Jalur Gaza. (mm/presstv)

Baca juga:

Peringatan HUT Hamas, Sinwar Sebut Israel Rezim Fasis yang Harus Diperangi

Khawatirkan Kabinet Radikal Netanyahu, Ribuan Orang Israel Lari dari Tanah Pendudukan

DISKUSI: