Khawatirkan Kabinet Radikal Netanyahu, Ribuan Orang Israel Lari dari Tanah Pendudukan

0
189

TelAviv,LiputanIslam.com– Harian berbahasa Ibrani, Maariv, mengabarkan bahwa sebuah kelompok Zionis berusaha mengeluarkan ribuan pemukim dari Tanah Pendudukan, menyusul diumumkannya hasil pemilu Israel yang dimenangkan Benyamin Netanyahu.

Maariv melaporkan, kelompok bernama “Leaving the Land-Together” menyatakan bahwa tujuan pertamanya adalah membawa keluar sekitar 10 ribu pemukim Zionisdari Tanah Pendudukan. Salah satu pemimpin kelompok ini adalah Yaniv Gorlik, yang merupakan aktivis sosial dan pegiat utama demo menentang Netanyahu.

Menurut Maariv, seorang pengusaha Israel-AS, Mordechai Kahana berkata bahwa setelah bertahun-tahun menyelundupkan orang Yahudi dari kawasan konflik di Yaman, Afghanistan, Suriah, dan Ukraina, kini ia memutuskan untuk membantu mereka hengkang dari Tanah Pendudukan.

Kahana adalah anggota aktif sebuah grup AS-Zionis yang ikut dalam pemilihan Kongres Zionisme Global baru-baru ini, yang akhirnya mendapatkan suara memadai untuk mengirim seorang wakil ke Parlemen Israel (Knessett).

“Para anggota Partai AS-Israel menganggap saya cukup radikal. Saya katakan kepada mereka, sudah saatnya memberikan sebuah alternatif untuk gerakan Zionisme jika kondisi genting di Israel terus berlanjut. Saya tidak ingin negara kita hancur. Tapi jika hancur, apa yang akan terjadi?”kata Kahana.

Ia berkata, dirinya telah menyaksikan begitu banyak kebencian terhadap Rezim Zionis. Kahana juga mengaku telah melihat rudal-rudal presisi terpandu Iran yang dirancang untuk menyerang Israel. Sembari menyinggung sejarah Iran, ia berpendapat bahwa kondisi sekarang sama persis dengan masa 2 milenium silam.

Menurut Maariv, Kahana menerima banyak permohonan dari orang-orang Zionis untuk dibantu keluar dari Tanah Pendudukan. Sebagian besar adalah orang-orang yang mengelola korporasi teknologi kecil dan berniat memindahkan kantor mereka ke AS.

Seiring menguatnya kemungkinan dua tokoh sayap kanan radikal Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich masuk dalam kabinet mendatang, pembahasan dan perdebatan tentang dampak negatif kabinet bentukan Netanyahu ini kian memanas. Perdebatan ini berpengaruh cukup besar dalam proses pembangunan pemukiman serta kehidupan warga Palestina di Quds dan Tepi Barat. (af/yjc)

DISKUSI: