Pasukan Turki Keluar dari Pos Militer Kedua di Barat Laut Suriah

0
71

Ankara, LiputanIslam.com –  Beberapa sumber Turki dan oposisi Suriah, Selasa (3/11/2020), menyatakan bahwa Turki menarik pasukannya dari pos militer kedua yang terisolasi di wilayah barat laut Suriah, dan merelokasi mereka dari daerah yang dikendalikan oleh Pasukan Arab Suriah (SAA) ke daerah lain yang masih berada di bawah kendali oposisi dan faksi yang didukung Turki.

Sumber dari salah satu faksi oposisi yang didukung Turki menyatakan bahwa beberapa unit truk tiba di pos pengamatan di Sher Maghar, bagian utara Provinsi Hama, pada Senin malam, untuk mempersiapkan relokasi.

Sedangkan sumber keamanan Turki menyatakan bahwa pasukan yang mundur dari Sher Maghar akan dialihkan ke posisi militer baru di desa Quqafin di daerah yang dikuasai oposisi di Provinsi Idlib.

Sumber Turki lainnya menyatakan bahwa Turki sedang bersiap menarik pasukannya dari beberapa posisi lagi di daerah yang telah direbut kembali oleh SAA dalam serangan yang dilancarkan pada tahun lalu.

Dua pekan lalu pasukan Turki meninggalkan posisinya di daerah Morek. Daerah ini dan Sher Maghar termasuk di antara 12 posisi  yang didirikan oleh tentara Turki pada tahun 2018 di bawah perjanjian berusia pendek yang dicapai oleh Turki, Rusia, dan Iran untuk meredakan pertempuran antara SAA dan pasukan oposisi.

Rusia dan Iran terlibat perselisihan tajam dengan Turki dalam konflik Suriah. Turki mendukung pasukan oposisi yang bertempur untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, sementara Rusia dan Iran membantu Assad menumpas pemberontak yang akhirnya terisolasi di kawasan yang sangat terbatas di Suriah barat laut.

Tahun lalu, pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia memblokir sejumlah posisi militer Turki sebelum kemajuan mereka dihentikan oleh intervensi militer Turki pada bulan Februari, diikuti dengan perjanjian gencatan senjata antara Moskow dan Ankara.

Oposisi Suriah menyatakan bahwa Turki mempertahankan 10,000 – 15,000 tentara di barat laut Suriah, dan terdapat pula militan oposisi yang didukung Ankara serta kelompok militan lain yang sudah berjanji untuk dilucuti dan ditampung oleh Turki. (mm/railalyoum)

Baca juga:

Financial Times: Genderang Perang antara Rusia dan Turki Ditabuh di Idlib

Gempa Turki dan Yunani Tewaskan 26 Orang, 800 Luka-Luka

DISKUSI: