Pasukan Iran Hancurkan Target Agresif  dengan Sistem Pertahanan Udara Buatan Lokal

0
104

Teheran, LiputanIslam.com –  Angkatan Bersenjata Iran dan pasukan elit negara ini, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), telah menghancurkan target-target di ketinggian optimal dan menengah dengan menggunakan sistem pertahanan udara “3 Khordad” dan “15 Khordad” buatan dalam negeri dalam sebuah latihan tempur udara gabungan yang dimulai pada hari Rabu (21/10/2020).

Sistem 3 Khordad  milik Pasukan Dirgantara IRGC dan sistem 15 Khordad milik Angkatan Bersenjata berhasil menghancurkan target agresif dalam manuver bersandi “Pembela Langit Velayat-99”.

Dalam simulasi perang, drone yang diperagakan sebagai milik musuh mencoba mengganggu fungsi radar pertahanan udara dengan melakukan jamming untuk menguji ketahanan dan kemampuan radar itu melanjutkan operasi dalam kondisi perangan elektronik.

Pada bagian lain, operasi jamming elektronik terhadap drone musuh untuk mencegahnya terbang di atas zona latihan juga berjalan sukses.

Pada Juni 2019 Iran meluncurkan sistem 15 Khordad yang dilengkapi dengan sistem radar array bertahap untuk mendeteksi jet tempur, target siluman, dan rudal jelajah.

Sistem pertahanan rudal itu diresmikan dalam sebuah upacara yang diikuti oleh Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami dan Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Alireza Sabahi Fard di Teheran.

Mengenai fitur dan kemampuan sistem pertahanan udara itu, Hatami menjelaskan bahwa sistem itu dapat melacak berbagai target, termasuk jet tempur dan drone, pada jarak 150 km dan mencegatnya pada jarak 120 km.

“Ia juga dapat melacak target siluman pada jarak 85 km, dan menghancurkannya pada jarak 45 km,” lanjutnya.

Hatami mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal itu dapat melacak, menyerang, dan menghancurkan enam target secara bersamaan, bermobilitas tinggi, dan dapat segera dioperasikan dalam tempo kurang dari 5 menit.

Latihan perang tersebut berlangsung di kawasan yang mencakup lebih dari separuh wilayah negara republik Islam ini.

Komandan unit Pertahanan Udara Khatam al-Anbia Brigjen Ghadir Rahimzadeh menyatakan bahwa manuver itu dilakukan dengan simulasi semirip mungkin dengan operasi militer yang sebenarnya, merespon apa yang disebutnya sebagai ancaman musuh, dan mencerminkan kekompakan dan keharmonisan Angkatan Bersenjata dan IRGC. (mm/fna)

Baca juga:

[Video]: Drone Buatan Israel Terhempas di Wilayah Iran

Iran Tak Berniat Terlibat di Kompetisi Persenjataan di Timteng

DISKUSI: